Kebutuhan Harian Keluarga Pasien Covid-19 Dibantu Warga

0
835 views
Rumah pasien positif Covid-19 di BPI disemprot disinfektan oleh petugas, kemarin

CILEGON – Keluarga pasien positif Covid-19 di Kelurahan Panggungrawi, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, menjalani isolasi mandiri di rumah. Kebutuhan harian keluarga tersebut dibantu oleh warga sekitar.

Salah satu warga Kelurahan Panggungrawi pada 28 April lalu dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani swab test di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon. Sebelum diketahui positif mengidap virus berbahaya tersebut, pasien sempat tinggal di rumah orangtuanya selama beberapa hari.

Lantaran itu, tiga anggota keluarga pasien, yang terdiri dari ayah, ibu, dan adik menjalani isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Selama dua pekan keluarga tersebut tidak bisa melakukan aktivitas di luar rumah.

Beruntung, tetangga keluarga memiliki kepedulian sosial yang tinggi, sehingga tidak mengucilkan, bahkan membantu untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Lurah Panggungrawi, Mulyadi menjelaskan, bantuan itu berasal dari inisiatif masyarakat sekitar. “Bentuk kepedulian warga sekitar saja, sebagai ladang beramal. Warga disitu memang selama ini kepedulian sosialnya tinggi, setiap Jumat juga bagi-bagi makanan untuk yang kurang mampu,” ujar Mulyadi kepada Radar Banten, Minggu (3/5).

Menurutnya, kepedulian sosial sangat dibutuhkan pada masa pandemi seperti saat ini. Karena dengan seperti itu, selain bisa memutus mata rantai penularan, juga membuat situasi lingkungan tetap kondusif.

Ketiga anggota keluarga pasien Covid-19 telah menjalani tes dan hasilnya non-reaktif.

Untuk mencegah penyebaran Covid-19, selain isolasi mandiri keluarga pasien, masyarakat pun semakin meningkatkan kewaspadaan dan kesiagaan terhadap aktivitas masyarakat yang keluar masuk lingkungan.

Untuk memutus rantai penularan, Mulyadi  berharap masyarakat untuk bersikap jujur kepada tim gugus tugas tingkat kelurahan dan RW, sehingga langkah pencegahan dini sudah bisa dilakukan.

“Jadi kalau habis dari daerah mana, ngerasa demam atau sakit apa, bilang saja, jangan disembunyi-bunyikan,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Lurah Se-Kota Cilegon Muhriji berharap kepedulian sosial masyarakat seperti yang dilakukan di lingkungan tempat tinggal pasien Covid-19 di Panggungrawi bisa dicontoh oleh masyarakat di lingkungan dan kelurahan lainnya.

Karena, dampak wabah Covid-19 tidak hanya dirasakan oleh keluarga pasien Covid-19 saja, tapi juga masyarakat lain, khususnya yang kehilangan mata pencaharian akibat Covid-19.

“Masyarakat bersama-sama, saling bahu membahu, tidak hanya dalam memutus rantai penularan, tapi juga memperhatikan satu sama lain,” ujarnya.

Guna memutus rantai penyebaran Covid-19, lanjut Muhriji, di seluruh kelurahan telah dibentuk gugus tugas, serta posko-posko pengawasan. Dan selama ini menurutnya hal itu telah berjalan.

Diketahui, satu orang warga Kelurahan Panggungrawi, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon dinyatakan positif Covid-19.

Sebelum dinyatakan positif Covid-19, perempuan berusia 31 tahun itu menderita penyakit autoimun.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Azis Setia Ade Putera menjelaskan, sebelum dinyatakan positif Covid-19, pasien sempat tinggal di Tangerang Selatan (Tangsel) bersama suaminya. (bam/alt)