Kebutuhan Kolang-kaling di Pasar Baru Cilegon Minimal 10 Ton per Hari

Kolang-kaling

CILEGON – Kolang-kaling merupakan salah satu makanan penunjang yang lebih akrab dengan masyarakat saat bulan Ramadan. Permintaan masyarakat terhadap salah satu makanan yang berwana putih ini memang selalu meningkat saat bulan Ramadan bila dibandingkan hari biasanya.

Sirajudin, salah satu staf UPTD Pasar Baru Kranggot Kota Cilegon mengungkapkan, per harinya saat Ramadan kebutuhan masyarakat terhadap kolang-kaling di UPTD Pasar Baru Cilegon mencapai lebih dari 10 ton. “Pasokan kolang-kaling per harinya minimal bisa mencapai 10 ton. Para pedagang biasa dapat kiriman dari daerah Rangkas, Pandeglang dan termasuk juga dari Sumatera,” katanya, Selasa (7/6).

Dijelaskan Sirajudin, sebagai salah satu bahan makanan campuran, memang kolang-kaling lebih banyak dicari oleh masyarakat saat Ramadan. Permintaannya yang tinggi, sebab banyak digunakan sebagai barang dagangan seperti takjil seperti pelengkap kolak dan minuman dingin pembuka puasa.

“Per kilonya di grosiran atau agen kolang-kaling sekitar Rp8 ribu, sedangkan di pengecer mencapai Rp12 ribu. Permintaan banyak, harga pun meningkat,” katanya.

Sementara itu, salah satu warga Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Ardhani saat membeli kolang-kaling di Pasar Baru Cilegon mengatakan, kolang-kaling merupakan salah satu makanan yang khas bagi keluarganya saat Ramadhan. “Buat konsumsi sendiri, untuk dibuat campuran kolak pisang,” ujarnya. (Riko)