Kecanduan Drama Korea Sampai Lupa Suami

0
1.026 views

Juki (36), nama samaran, tak habis pikir dengan kelakuan istrinya, sebut saja Yeyen (35) yang kecanduan menonton film drama Korea (drakor) hingga melupakan kewajibannya sebagai istri. Yassalam.

Ditemui Radar Banten di sebuah warung kopi di wilayah Boru, Kecamatan Curug, Kota Serang, Selasa (23/7), Juki saat itu baru pulang dari Jakarta. Ia bekerja sebagai pelayan restoran dan rutin pulang kampung seminggu sekali. Seolah menemukan teman curhat, Juki menceritakan keluh-kesahnya kepada wartawan.

Kata Juki, kebiasaan menonton drama Korea sering membuat istrinya lupa waktu. Bahkan, lupa akan kewajibannya melayani suami untuk sekadar memasak nasi dan lauk di rumah. Berkali-kali Juki sempat menegur dan menasihati istri agar mengurangi kebiasaannya itu, tetapi Yeyen seolah-olah mengabaikan peringatan suami. Yeyen malah kerap berguyon dengan memanggil Juki dengan sebutan Song Joong Ki, salah satu pemeran film drakor. “Risi dengernya, masa saya dipanggil jongki-jongki,” kesalnya. Masih mending Kang, daripada jongkok.

Diceritakan Juki, pertemuannya dengan Yeyen pada acara pernikahan temannya di Serang, Yeyen dulunya termasuk sosok wanita pendiam, sama-sekali tak tertarik dengan dunia hiburan di televisi. Yeyen juga orangnya penurut dan jarang keluar rumah. Lain dengan Juki yang selengean. Lelaki bertubuh kekar dan berkumis tebal, serta berkulit sawo matang ini selalu menarik perhatian. Juki orangnya humoris dengan suara yang agak serak-serak jibrek, membuatnya mudah akrab dengan banyak orang.

Juki warga asli Tangerang, sementara Yeyen asli Serang. Di acara pernikahan itu, mereka berkenalan. Merasa ada ketertarikan, keduanya saling bertukar nomor ponsel. Hingga suatu hari Juki main ke Serang dan iseng-iseng menghubungi Yeyen untuk mengajak jalan-jalan. “Waktu itu dia temenin saya jalan-jalan ke Anyar dan Pandeglang,” akunya bangga. Cetek amat mainannya Kang.

Sejak itu, mereka semakin dekat dan intens berkomunikasi. Sampai akhirnya, Juki menyatakan perasaannya terhadap Yeyen. Lalu mereka pun sepakat menjalin hubungan jarak jauh. Setahun pacaran, Juki melamar Yeyen. Beberapa hari kemudian mereka menikah dengan pesta cukup meriah dan mulai membina rumah tangga secara sederhana.

Mengawali rumah tangga, Juki mengajak Yeyen tinggal di Tangerang, tetapi tidak berlangsung lama karena merasa tak betah dan akhirnya memilih tinggal bersama orangtua di Serang. Demi menjaga keutuhan rumah tangga, Juki meninggalkan pekerjaannya di Tangerang sebagai montir dan pindah ke Serang dengan status pengangguran. “Sampai punya anak, saya masih nganggur,” keluhnya.

Karena kebutuhan ekonomi rumah tangga semakin mencekik, akhirnya Juki nekat pergi ke Jakarta untuk mencari kerja. Selama satu bulan dia di Jakarta mengunjungi teman-temannya sambil mencari pekerjaan. Akhirnya Juki diterima bekerja sebagai pelayan restoran. “Kerjanya santai tapi gajinya lumayan. Belum lagi dapat uang tip dari pelanggan,” akunya. Banyak duit dong!

Sejak itu, Juki jarang ada di rumah karena pulang seminggu sekali. Yeyen yang merasa kesepian sering meminta keponakannya untuk menginap di rumah. Dari keponakannya itulah Yeyen dikenalkan dengan film drakor dari laptop. “Dia juga minta dibelikan laptop, saya kira buat apa, ternyata cuma buat nonton drakor,” tukasnya.

Juki awalnya tak terganggu dengan hobi baru istrinya itu. Namun, suatu hari Juki sempat emosi karena pulang dalam keadaan lapar tapi tidak ada makanan yang disiapkan istrinya di rumah. “Ya siapa yang enggak kesal, saya capek kerja, dia malah nonton drakor sambil tiduran seharian di kamar,” kesalnya.

Sampai saat ini Juki masih bingung bagaimana menghentikan kebiasaan buruk istrinya itu. “Dijalani ajalah. Yang penting istri setia dan enggak macam-macam selama saya kerja di Jakarta,” pujinya. Ah Akang enggak tahu aja. Tapi, sekali-kali tegur istrinya dong supaya mengurangi waktu nonton drakor, enggak baik. (mg06/zai/ags)