Kecelakaan Lalu Lintas Didominasi Pelajar

Perwakilan BPTD Wilayah VIII Banten (berdiri) menjelaskan materi terkait program aksi keselamatan transportasi darat di SMAN 1 Cilegon, Kamis (6/12).

CILEGON -Angka kecelakaan masih tinggi. Dari keseluruhan angka kecelakaan lalu lintas, pelajar yang berusia 11 hingga 17 tahun ternyata banyak yang menjadi korban kecelakaan. Untuk menekan angka kecelakaan, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Banten melakukan sosialisasi di SMAN 1 Kota Cilegon, Kamis (6/12).

Kepala BPTD Wilayah VIII Banten Nurhadi Unggul Wibowo menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpun BPTD dari kepolisian, 70 persen kecelakaan disebabkan oleh motor. Setiap hari tiga sampai empat orang meninggal di jalan akibat kecelakaan.

“Data yang pernah dirilis polisi, tahun ini, dari Januari hingga Oktober, 197 kecelakaan  melibatkan anak sekolah yang masih berusia 11 sampai 17 tahun,” ujar Nurhadi di sela-sela agenda sosialisasi program aksi keselamatan transportasi darat tahun 2018 di SMAN 1 Kota Cilegon.

Dijelaskan Nurhadi, siswa SMA sudah masuk usia yang diperbolehkan secara hukum mengendarai kendaraan bermotor. Oleh karena itu, edukasi keselamatan berlalu lintas penting diberikan kepada para pelajar.

Kata Nurhadi, di 2017, terjadi 103.649 kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia 30.684 orang. Dengan data itu menunjukkan dalam satu bulan 2.557 orang mengalami kecelakaan dan rata-rata setiap hari 85 anak-anak di bawah 15 tahun yang jadi korban kecelakaan.

Sejumlah faktor yang menyebabkan kecelakaan salah satunya human error atau fakor pengendara. Misalnya, ugal-ugalan dan mengantuk. “Faktor kedua faktor jalan yang kondisinya rusak, berlubang, jalan yang baik menjadi penyebab akibat melaju kendaraan cepat. Ketiga faktor kendaraan yang tidak memenuhi teknis dan laik jalan. Biasanya kendaraan standar dari pabrik dimodifikasi sehingga tidak memenuhi standar teknis dan laik jalan,” paparnya.

Ia berharap dengan kegiatan edukasi tersebut para pelajar bisa semakin bijak dan toleran dalam berkendara di jalan sehingga angka kecelakaan lalu lintas serta korban jiwa akibat kecelakaan semakin berkurang.

Salah satu pelajar, Efran mengaku mendukung kegiatan edukasi tersebut, ia pun menyadari jika selama ini masih banyak pelajar yang berkendara tidak sesuai aturan dan menjadi faktor penyebab kecelakaan. (Bayu M/RBG)