Kecelakaan Maut di Depan Untirta, Pengojek Jadi Tersangka

SERANG – Diam-diam pengojek maut di Jalan Raya Serang-Jakarta, tepatnya di Kelurahan Penancangan, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang ditetapkan sebagai tersangka. Selasa (20/2), rencananya perkara lakalantas yang mengakibatkan ibu dan bayi meninggal dunia itu dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang. “Berkas perkara atas nama tersangka Jumadi sudah P-21. Rencanannya penyidik besok (hari ini) perkaranya dilimpahkan,” kata Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Serang M Maelan didampingi penuntut umum AR Kartono, Senin (19/2).

Jumadi ditetapkan tersangka oleh penyidik Lakalantas Polres Serang. Sabtu (14/10/2017), pengojek itu menjemput Lina Ruhyanah (31) di kediamannya di Perumahan Banjaragung, Kecamatan Cipocokjaya. Menggunakan motor Yamaha Mio nopol A 2179 CG, Jumadi membawa Lina dan ketiga anaknya, yakni Kayla Nurfatihah (10 bulan), Rangga, dan Nayla menuju Ciceri.

Baca juga: Balita Tewas di Pelukan Ibu Setelah Tertabrak Tronton di Depan Untirta

Kendaraan melaju dari arah Pakupatan menuju Kota Serang. Saat melintas di depan kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), melaju bus Arimbi Jurusan Bekasi-Merak menggunakan lajur kiri. Jumadi berusaha menyalip dari sisi kanan. Apes, kendaraan Jumadi malah menyenggol belakang bus. Benturan itu menyebabkan motor oleng. Akibatnya, Jumadi bersama empat orang penumpangnya terjatuh.

Saat bersamaan, sebuah truk tronton nopol B 9189 UM melaju menggunakan lajur sebelah kanan. Lina yang menggendong Kayla terjatuh tepat di bawah truk. Lina dan Kayla tewas seketika lantaran tergilas roda belakang truk. Jasad ibu dan anak itu dilarikan ke RS dr Dradjat Prawiranegara, Kota Serang. Sementara, Jumadi, Nayla, dan Rangga dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Sari Asih Serang.

Seusai peristiwa itu sopir kontainer kabur. Polisi sempat kebingungan mencari keberadaan sopir. Namun, identitas sopir yang diketahui berasal dari Desa Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak telah dikantongi. “Sopir truk ada, dalam berkas jadi saksi untuk Jumadi. Apakah berkas (tersangka-red) ada atau tidak, nanti saya cek dulu,” kata Maelan.

Kasatlantas Polres Serang Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ali Rachman belum dapat dikonfirmasi. Pesan singkat yang dikirimkan Radar Banten tidak direspons. “Masih rapat. WA (WhatsApp-red) aja ya,” ucap Ali. (Merwanda/RBG)

BAGIKAN