Keceplosan Ngomong Pelarian, Akhirnya Diceraikan

Tari (35) nama samaran, terbakar emosi saat suaminya, sebut saja Anto (37) ketahuan dekat dengan wanita rekan kerja. Tari keceplosan bilang kalau pernikahan dengan Anto hanya pelarian setelah putus dari pacarnya. Anto tidak terima dan menceraikan Tari. Peristiwa itu terjadi tujuh tahun lalu. Kok bisa?

Ditemui Radar Banten di Kecamatan Baros, Tari terlihat kelelahan mendorong sepeda motornya karena kehabisan bensin. Wartawan pun menawarkan pertolongan dengan mencarikan bensin, Tari merasa terbantu dan tidak menolak ketika diminta menceritakan kisah masa lalunya.

Diceritakan Tari, perjumpaannya dengan Anto bermula karena perjodohan kedua orangtua. Padahal, waktu itu Tari sedang menjalin asmara dengan lelaki lain yang sudah berlangsung tiga tahun. “Pas saya cerita tentang perjodohan, pacar saya itu malah ngejauhin saya, ya sudah jadinya saling benci gitu,” katanya.

Meski Tari menolak perjodohan itu, tapi ia tidak berdaya karena ayahnya sudah bersepakat dengan orangtua Anto. Mereka teman dekat sejak kecil, ayah Tari banyak dibantu ayah Anto, terutama soal ekonomi. “Keluarga saya pernah dikasih sawah, jadi enggak bisa nolak,” terang Tari.

Sejak itu Tari dan Anto mulai pendekatan. Tari berusaha bersikap bijaksana dengan menerima Anto apa adanya. Ia tidak bersikap cuek, apalagi terang-terangan menjauhi Anto. “Saya mah pasrah saja, lagian mau marah juga percuma,” kata Tari.

Kata Tari, Anto memiliki wajah lumayan tampan. Postur tubuhnya tinggi dan termasuk lelaki pintar. Kulitnya putih, berkacamata, dan selalu berpenampilan rapi. Serasi dengan Tari yang cantik, seksi, dan berkulit putih bersih.

Tiga bulan kemudian mereka pun menikah. Rumah tangga keduanya berlangsung harmonis. Tari diboyong suaminya tinggal di Tangerang, Anto bekerja sebagai pimpinan di pabrik sepatu. “Waktu itu pabriknya masih kecil, tapi sempat maju tiga tahun, sekarang sudah bangkrut,” jelas Tari.

Meski begitu, ekonomi rumah tangga mereka cukup mapan. Rumah megah dan kendaraan pribadi, membuat Tari tidak menyesal menikah dengan Anto. Katanya, kepuasan yang diberikan Anto bukan hanya soal materi, tapi juga soal kehidupan ranjang. “Mungkin karena dia badannya bagus kali ya, jadi pas malem pertama juga tahan lama,” kata Tari sambil tertawa malu.

Setahun kemudian mereka dikaruniai keturunan. Rumah tangga Anto dan Tari semakin bahagia. Sebulan sekali mereka pulang ke kampung menemui keluarga, rumah tangga mereka diselimuti kebahagiaan. “Bapak saya waktu itu ngebangga-banggain Kang Anto terus,” akunya.

 Empat tahun kemudian, percikan pertengkaran pun mulai muncul di antara Anto dan Tari. Sibuk mengurus anak yang mulai tumbuh balita, Tari jarang berkomunikasi dengan suaminya. Apalagi Anto sedang sibuk-sibuknya mengurus pabrik yang mulai bangkrut. “Dia jarang ada di rumah. Sekalinya libur, kerjaannya marah-marah mulu karena pabriknya bangkrut,” kata Tari.

Tari mencoba bersikap santai karena tidak mau menambah tekanan yang dialami suaminya. Setiap Anto membentak, Tari hanya diam dan sabar. Tapi, Tari tidak bisa diam saat tahu suaminya ternyata menjalin hubungan dengan wanita lain. “Saya lihat pesan singkat dari cewek minta dijemput di ponsel dia,” katanya.

Tari mengamuk, namun Anto menjawab itu cuma rekan kerja. Lantaran terbakar emosi, Tari pun keceplosan mengatakan kalau dirinya mau menerima Anto hanya sebagai pelarian dari mantan pacar. “Dia ikutan emosi, akhirnya dia ngomong cerai,” akunya.

Tari kemudian pulang ke kampung. Sempat menjanda setahun, namun kini Tari sudah memiliki suami baru dan hidup bahagia bersama dua anaknya. Semoga langgeng terus dengan suami barunya ya, Teh. Amin. (mg06/zee/ags)