Kecewa, Jalan Cibadak Ditanami Pohon Pisang

0
1.091 views
Ruas Jalan Cibadak-Padasuka, Kecamatan Cibadak, ditanami pohon pisang oleh warga, kemarin. Tindakan itu terpaksa dilakukan karena kesal dengan kondisi jalan yang sudah lama dibiarkan rusak.

CIBADAK – Masyarakat Cimentengjaya, Kecamatan Cibadak, kecewa dengan buruknya kondisi Jalan Cibadak-Padasuka sepanjang satu kilometer lebih.

Mereka terpaksa menanami jalan itu dengan beberapa pohon pisang  sebagai aksi protes terhadap Pemda yang tidak kunjung memperbaiki ruas jalan itu.

Sejumlah pohon pisang ditanam ruas jalan. Sementara di atas pohon pisang digantungkan kertas dari kardus yang bertuliskan hati-hati piktor sedang tidur.

Tentu saja, tulisan itu mengundang perhatian pengendara yang melintas. Terbukti dengan adanya para sopir yang berhenti untuk mengabadikan gambar itu dengan kamera telepon seluler milik mereka.

Irfan Hadiyana, warga Desa Cimentengjaya, Kecamatan Cibadak  menyatakan, kekecewaan dengan kondisi Jalan Cibadak-Padasuka yang rusak parah.

Kata dia, tahun 2020, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak hanya membangun ruas jalan sepanjang satu kilometer, yakni dari lampu merah Sumur Buang sampai ke perlintasan jalan tol di Pasarkeong.

Sementara, dari simpang jalan tol sampai ke Asem belum tersentuh pembangunan. Padahal, kondisi jalannya rusak, dengan banyaknya  lubang dengan diameter 50 senti meter lebih.

“Warga yang kecewa terhadap pemerintah kemudian menanami badan jalan dengan pohon pisang. Ini sebagai bentuk protes masyarakat agar pemerintah segera memperbaiki jalan kabupaten tersebut,” kata Irfan kepada Radar Banten, kemarin.

Menurutnya, sudah lama ruas jalan dari Sumur Buang ke Asem dibiarkan rusak. Padahal, jalan merupakan akses jalan alternatif ketika masyarakat akan bepergian ke Kota Serang dan atau Kota Cilegon.

“Iya, udah lebih dari lima tahun rusak. Tapi belum ada perbaikan, yang diperbaiki hanya dari Sumur Buang ke Pasarkeong,” jelasnya.

Devi Saeful Hamdi, warga Kecamatan Cibadak lainnya berharap, tahun ini Pemkab Lebak mengalokasikan anggaran untuk perbaikan Jalan Cibadak-Padasuka tersebut. Katanya, jangan sampai dibiarkan karena hanya akan memperparah kondisi jalan dan akhirnya menyebabkan pengendara celaka.

“Semoga cepat ditangani. Harapan kami, tahun ini jalan tersebut dibangun. Sehingga akhir tahun nanti kita bisa menikmati jalan yang mulus,” kata aktivis HMI MPO Lebak ini.

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak Hamdan Soleh mengakui, jika jalan Cibadak-Padasuka kondisinya  memprihatinkan.

Dia sependapat, kerusakan jalan  harus ditangani dengan peningkatan jalan atau pembangunan. Jika ditangani oleh anggaran rutin pemeliharaan, hasilnya tidak akan maksimal.

“Harus ditingkatkan, karena kalau menggunakan anggaran rutin pemeliharaan akan percuma,” ungkapnya.

Menurut Hamdan, kegiatan pembangunan jalan Cibadak-Padasuka kemungkinan besar baru akan dikakukan setelah pembangunan Jalan Tol Serang–Panimbang selesai.

Oleh karena, apabila pembangunan jalan dilakukan saat ini, khawatir akan kembali rusak. “Kondisi di lapangan sudah kita lihat dan pelajari. Harus ditingkatkan, agar masyarakat di sana bisa menikmati jalan yang baik dan aman,” katanya. (tur/zis)