Kecoh Pengawal Tahanan, Saiful Berhasil Kabur dari PN Serang

SERANG – Saiful (24) berhasil mengecoh pengawalnya. Tahanan Kejaksaan Negeri Cilegon ini kabur dari Pengadilan Negeri (PN) Serang ketika akan dimasukkan ke dalam mobil tahanan, Rabu (12/4).

Saiful kabur setelah menjalani sidang pembacaan tuntutan. Dia dituntut pidana penjara selama tiga tahun. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Cilegon Sudiono menilai, pemuda asal Desa Maringgai, Kecamatan Labuan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, itu terbukti bersalah melanggar Pasal 1 ayat (1) UU Darurat No 12 Tahun 1951 lantaran memiliki sepucuk senjata api rakitan jenis revolver dan dua amunisi aktif kaliber sembilan milimeter.

Seusai menjalani sidang di ruang sidang di lantai satu gedung Pengadilan Negeri Serang, sekira pukul 14.30 WIB Saiful digiring pengawal tahanan dari Kejari Cilegon dan kepolisian menuju ruang tahanan di basement gedung pengadilan. Bersama tahanan lainnya, Saiful menunggu di dalam sel tahanan sebelum diangkut menggunakan mobil tahanan Kejari Cilegon menuju Lapas Klas II A Cilegon.

“Tadi sidang (kemarin-red), (sidang pembacaan tuntutan terhadap Saiful-red) dimulai jam satu siang, selesai setengah tiga. Terdakwa langsung dibawa pengawal tahanan ke ruang tahanan,” jelas pengacara Saiful, Herbert Marbun.

Kabar bahwa Saiful kabur diketahui sekira pukul 16.22 WIB. Hilangnya Saiful membuat pengawal Kejari Serang dan kepolisian gelagapan. Petugas pengawalan tahanan Kejari Cilegon itu terlihat sibuk mencarinya.

Entah dari mana, tersiar kabar bahwa Saiful kabur melalui atap gedung Pengadilan Negeri Serang, lalu meloncati pagar setinggi enam meter jika diukur dari tanah kosong dengan semak-semak di samping gedung pengadilan.

Kabar itu membuat pengawal tahanan dari Kejari Cilegon dan polisi, dibantu oleh petugas keamanan Pengadilan Negeri Serang mengejar Saiful ke arah semak-semak di samping gedung pengadilan. Dibantu warga, mereka mencari Saiful keliling gedung pengadilan. Namun, pencarian mereka sia-sia.

Rute yang dilalui Saiful ketika kabur baru diketahui setelah petugas terkait memeriksa ulang rekaman circuit closed television (CCTV) di gedung Pengadilan Negeri Serang. Saiful kabur dengan cara mengecoh pengawal tahanan.

Dari rekaman kamera pengintai itu, puluhan tahanan Kejari Cilegon, termasuk Saiful, dikeluarkan dari sel pengadilan pada pukul 16.20 WIB. Saiful keluar paling akhir. Dia dikawal seorang polisi menuju sebuah ruangan di sebelah sel pengadilan.

Saiful berhasil kabur setelah membohongi petugas yang mengawalnya dengan mengatakan ingin buang air besar.

Saiful melenggang keluar dari pintu masuk gedung Pengadilan Negeri Serang di Jalan Raya Serang-Pandeglang, Kelurahan Tembong, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang, setelah berganti pakaian. Saat kabur, Saiful telah mengenakan kaus lengan pendek dan topi. Sebelumnya, dia mengenakan kemeja lengan panjang warna putih dan celana hitam.

“Pakaian (kemeja lengan panjang warna putih-red) ditemukan di tangga (gedung Pengadilan Negeri Serang-red),” ungkap Ketua Pengadilan Negeri Serang Sumantono. “Pengadilan negeri hanya menyediakan ruang tahanan. Masalah pengamanan itu (tugas-red) kepolisian dan kejaksaan. Tahanan yang dititipkan itu (menyebut Saiful-red) ternyata enggak pakai borgol,” tegas Sumantono.

JPU Sudiono enggan memberikan komentar terkait pelarian Saiful. “Besok saja ya,” katanya dengan tergesa-gesa pergi setelah mengambil gambar Saiful dari layar monitor CCTV. (Merwanda/Radar Banten)