Kedubes Amerika dan Australia Kunjungi Gerindra

Ketua DPD Gerindra Banten Desmond J Mahesa bersalaman dengan Wakil Bagian Politik Urusan Politik Domestik Kedubes Amerika, Steven Weston usai pertemuan di sekretariat Gerindra Banten, Rabu (6/3).

Pantau Pelaksanaan Pemilu 2019

SERANG – Kedutaan Besar (Dubes) Amerika Serikat dan Australia melakukan kunjungan ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Banten, Rabu (6/3). Kunjungan dalam rangka pemantauan pelaksanaan Pemilu 2019.

Kunjungan Dubes Australia dilakukan oleh Second Secretary (Political) Boyd Whalan dan Firs Secretary (Political) Ingrid Lundberg. Sedangkan Dubes Amerika Serikat oleh Suprvisory Poltical Specialist Darnifawan dan Wakil Bagian Politik Urusan Politik Domestik Steven Weston.

Kedatangan mereka ke Kantor Gerindra di Graha Mahesa, Jalan Serang-Pandeglang, Kagungan, Kota Serang, disambut langsung Ketua DPD Gerindra Banten Desmond J Mahesa. Pertemuan dilakukan secara tertutup sekira satu jam.

Usai melakukan pertemuan, Desmond mengatakan, kunjungan Dubes Australia dan Amerika Serikat untuk melakukan wawancara terkait pelaksanaan Pemilu 2019. “Tujuan mereka datang untuk melakukan pemantauan Pemilu 2019 di Indonesia, khusunya di Banten,” kata Desmond.

Pertanyaan yang mereka ajukan, ucap Desmond, terkait semua proses pelaksanaan pemilu di daerah. “Apakah ini untuk menjaga kenetralan pelaksanaan atau mereka memantau terjadi suatu hal. Misalnya kerusuhan pasca pilpres,” kata anggota DPR RI yang kembali maju pada Pileg 2019 di dapil Banten II (Serang-Cilegon) ini.

Menurut Desmond, para perwakilan dubes juga menanyakan terkait beberapa isu yang berkembang dalam proses berlangsungnya pesta demokrasi lima tahunan itu. Di antaranya isu pergantian kata kafir menjadi non-muslim. “Misal tentang Surat Al-Kafirun, itu bagaimana dengan Banten. Mereka bertanya, ada enggak pengaruhnya terhadap pilihan masyarakat terhadap 01 dan 02. Juga isu lain yang malah memperkuat masyarakat ke 02,” ujarnya.

Selain itu, isu terkait netralitas penyelengara pemilu, KPU dan Bawaslu juga menjadi sorotan. Termasuk, keteribatan pemerintah daerah dalam pelaksanaan pemilu. “Saya jawab saja apa adanya,” kata Desmond tanpa menyebut detailnya.

“Mereka mantau. Misalnya mereka tadi ngomong kenapa saat Jokowi ke sini (Provinsi Banten-red) respons masyarakat kurang. Atau saat Ma’ruf Amin yang juga kurang atau enggak ada respon ketimbang kedatangan Sandi (calon wakil presiden Pasangan Prabowo) lebih ramai. Itulah respons masyarakat yang memang sudah cerdas dalam demokrasi kita,” sambung Desmond.            

Ia mengatakan, tidak hanya soal persiapan dan dinamika pemilu secara umum, perwakilan dubes juga menanyakan kesiapan Gerindra menghadapi Pemilu 2019. “Tentu mereka menanyakan persiapan Gerindra. Awalnya saya takut saat Pak Jokowi milih orang Banten, tapi fenomenanya banyak orang kurang simpati dan itu terlihat dari respons di lapangan. Jadi saya jawab saja sesuai dengan apa adanya di lapangan,” ujarnya. (Supriyono/RBG)