Keganggu Saat Tidur, Seorang Ayah Tega Pukul Kepala Anak

0
130
Rumah tempat kejadian perkara di Perumahan Puri Anggrek Serang, Blok F 32, Kelurahan Kalodran, Kecamatan Walantaka, Kota Serang.

SERANG – Sikap keterlaluan ditunjukan SY, hanya karena terganggu saat tidur siang oleh suara anak-anaknya yang sedang bermain, pria berusia sekitar 40 tahun tersebut tega memukul dua anaknya yang masiu berusia delapan dan lima tahun di bagian kenalanya menggunakan palu.

Romy (23) saksi mata dan juga tetangga pelaku di Perumahan Puri Anggrek, Kelurahan Kalodran, Kecamatan Walantaka, Kota Serang menuturkan, kejadian terjadi kurang lebih sekira pukul 16:00.

“Anaknya kan ada empat dua anak kandung, dua anak tiri, pada maen disitu, kayaknya ke ganggu, terus marah-marah dan pukul pakai palu,” tutur Romy yang rumahnya tepat berada di depan rumah pelaku sekalihus tempat kejadian perkara, Senin (18/9).

Dikatakan Romy, dua anaknya yang menjadi korban yaitu Marcel (8) dan April (5). Keduanya adalah anak kandung pelaku. Selain memukul anaknya, pelaku pun memukul istrinya, Diah (35).

Tidak berhenti dari dua anak dan istrinya, warga sekitar yang hendak melerai pun jadi korban. Romy yang berhasil menghindar harus merelakan kaca mobil Yaris dengan nomor polisi A 1878 VB dan jendela rumah miliknya hancur karena hantaman palu.

“Dia ngejar ke sini (rumah), saya masuk ke rumah, terus mukul jendela rumah sambil teriak, terus mukil kaca mobil. Palunya masuk di dalem mobil, dia ambil palu lagi ke rumahnya,” tutur Romy.

Saksi lainnya, Kiflan Harahap menuturkan, pelaku baru berhasil dihentikan setelah aparat kepolisian dari Polsek Walantaka datang. “Udah diborgol juga masih bisa ngamuk,” kata mantan RT 20 RW 5 tersebut.

Pelaku digelandang polisi sekira pukul lima sore, sedangkan anak dan istri yang menjadi korban langsung dibawa ke klinik yang berada di sekitar komplek. “Sekarang mah udah di bawa ke RSUD (Dr Drajat Prawiranegara),” tuturnya.

SY sendiri baru tinggal di Puri Anggrek selama satu tahun terakhir. Pelaku diketahui jarang bergaul dengan warga dan jarang bicara. “Kalau kerjaan serabutan,” katanya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)