Kegiatan Eksplorasi Pengeboran Lepas Pantai Menuai Pro Kontra

Puluhan nelayan Binuangen, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak dan Desa Cikiruh Wetan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang menyampaikan aspirasi di Gedung Serbaguna (GSG) Desa Muara, kemarin. (Foto: Yudha)

WANASALAM – Kegiatan eksplorasi pengeboran perusahaan M3nergy Gamma BHD SM di lepas Pantai Binuangeun Blok Tinjil, menuai pro dan kontra dari nelayan Binuangen, Kabupaten Lebak dan nelayan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang. Para nelayan yang mendukung (pro) mendesak perusahaan asal Malaysia itu agar melanjutkan kegiatan pengeboran.

Sedangkan, nelayan yang menolak (kontra) mendesak agar kegiatan pengeboran dihentikan. Sikap pro dan kontra para nelayan itu terungkap saat sosialisasi tahap kedua kegiatan eksplorasi perusahaan M3nergy di gedung serbaguna (GSG) Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, kemarin.

Seorang perwakilan nelayan yang mendukung, Agus Rio mengatakan, kegiatan eksplorasi kandungan minyak bumi dan gas boleh saja selama tidak merugikan nelayan. “Namun, jika dalam kegiatan mengganggu dan merugikan tentunya pihak perusahaan harus bertanggung jawab,” kata Agus saat menyampaikan aspirasi, seperti dilansir Harian Radar Banten.

Ia membeber, sampai saat ini selama ada kegiatan pengeboran, belum ada dampak negatif yang merugikan para nelayan. Jika memang ada nelayan yang dirugikan, lanjut dia, pihak perusahaan harus bertanggung jawab dengan mengganti kerugian nelayan. “Silakan lanjutkan kegiatan, kami mendukung asalkan tidak merusak dan mengganggu aktivitas nelayan,” tandasnya.

Sementara, nelayan yang menolak, Tedi, mengatakan bahwa kegiatan pengeboran yang sudah berjalan sekira satu bulan ini dinilai merugikan nelayan. Soalnya, lokasi pengeboran berada di zona tangkapan ikan nelayan. Ia mengaku, sejak adanya kegiatan pengeboran tangkapan ikan para nelayan menjadi menurun drastis. “Karena itu, kami meminta pemerintah menghentikan aktivitas pengeboran karena dampaknya merugikan nelayan,” paparnya.

Menanggapi itu, Humas M3nergy Reza Syahputra didampingi Humas SKK MIGAS Yavid mengatakan, akan menampung semua aspirasi para nelayan baik yang kontra dan pro. Namun, kegiatan akan tetap dilanjutkan karena sudah mendapat izin dari pemerintah. Kegiatan pengeboran sudah mendapat izin resmi dari pemerintah hingga 2017 mendatang. Pengeboran yang dilakukan M3nergy untuk mengetahui apakah di perairan Binuangen Blok Tinjil itu mengandung migas atau tidak. “Jika memang hasilnya tidak sesuai atau tidak ada, tanpa diminta pun mereka (M3nergy-red) akan hengkang sendirinya,” tandasnya. (RB/duy/sr)