Kejari Cilegon Minta Tukar Guling Lahan Kantor

CILEGON – Kejaksaan Negeri Cilegon hingga kini belum menempati kantor barunya di Jalan Lingkar Selatan (JLS). Masalahnya, gedung yang dibangun pada 2013 dengan anggaran Rp4 miliar itu dianggap tidak sesuai standar bangunan kantor kejaksaan.

Saat ini kondisi gedung yang berlokasi di Lingkungan Kedung Baya, Kelurahan Kalitimbang, Kecamatan Cibeber, nampak kumuh. Halaman kantor ditumbuhi tumbuhan liar hingga menutupi pagar dan bagian pintu gerbang.

Kepala Kejaksaan Negeri Cilegon Andi Mirnawaty meminta Pemkot untuk menukar guling lahan kantor yang belum ditempati itu. Kemudian bangunan yang rampung dibangun tahun 2015 itu digunakan untuk kantor organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Cilegon.

“Tanahnya milik kejaksaan. Bangunannya saat ini milik Pemkot. Kalau jadi, tukar guling,” ujarnya kepada wartawan usai menggelar apel pencanangan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Birokrasi Bersih Melayani, di halaman Kantor Kejari Cilegon, Selasa (5/3).

Ia mengaku hingga kini belum menerima hibah bangunan dari Pemkot Cilegon. Rencana pemindahan kantor di atas lahan seluas 6.000 meter persegi itu sudah dibicarakan dengan walikota. “Persoalannya apakah nanti tanah penggantinya lebih layak atau tidak,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil pemantauan kantor, dilihat dari segi keamanan belum memenuhi standar keamanan kantor kejaksaan. Salah satunya, keberadaan jalan warga persis di atas kantor bagian belakang. “Hingga kini kita menunggu petunjuk Kejagung,” terangnya.

Di tempat yang sama, Walikota Cilegon Edi Ariadi mengatakan, Pemkot terbuka terkait kebutuhan kelengkapan kantor baru Kejari. “Kita sudah menawarkan apa-apa yang dibutuhkan. Cuma kelihatannya Kajari harus banyak diskusi sama kita,” katanya.

Ia mengaku, Kejari sudah menyampaikan persoalan kurang representatifnya bangunan baru itu. Namun pihaknya akan mengagendakan kembali terkait alternatif-alternatif lain untuk kantor Kejari. “Katanya kurang representatif. Ya nantilah kita lihat lagi,” pungkasnya. (Fauzan Dardiri)