Kejari Musnahkan Barang Bukti, Kasus Narkoba Mendominasi

Sejumlah barang bukti perkara hukum dimusnahkan oleh Kejari Kota Cilegon yang disaksikan oleh perwakilan Pemkot Cilegon, kepolisian, dan TNI di halaman kantor Kejari Cilegon, Rabu (29/8).

CILEGON – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cilegon memusnahkan sejumlah barang bukti dari 59 perkara yang telah memiliki ketetapan hukum. Pemusnahan dilakukan di halaman kantor Kejari Kota Cilegon, Rabu (29/8).

Dari seluruh barang bukti yang dimusnahkan oleh Kejari, narkoba paling mendominasi. Sejumlah jenis narkoba yang dimusnahkan antara lain ganja, tembakau Gorilla, pil hexymer, dan pil tramadol.

Kepala Kejari Kota Cilegon Mirna mengungkapkan, barang bukti dari 59 perkara hukum yang dimusnahkan itu adalah perkara-peraka yang terjadi dalam kurun waktu dari Januari 2018 hingga Juli 2018. Semua perkara yang dimusnahkan barang buktinya itu sudah memiliki ketetapan hukum.

Hal yang menarik menurut Mirna adalah perkara narkoba yang mendominasi selama setengah tahun terakhir. “Itu harus menjadi perhatian. Kalau pengungkapan banyak itu bukan berarti berhasil. Lebih bagus itu kalau berhasil pencegahannya,” ujar Mirna kepada Radar Banten setelah pemusnahan.

Dengan momentum itu, ia berharap kasus narkoba menjadi perhatian semua pihak, baik aparat penegak hukum, pemerintah maupun masyarakat. Upaya-upaya pencegahan perlu dilakukan secara bersama oleh seluruh elemen agar peredaran narkoba di Kota Cilegon tidak terus menggeliat.

Terkait jumlah perkara, lanjut Mirna, jika mengacu pada data yang ada. Dibandingkan semester I 2017, semester I 2018 mengalami peningkatan hingga 20 persen. Hal itu menurutnya menandakan upaya penyuluhan yang dilakukan oleh Kejari Kota Cilegon harus lebih ditingkatkan agar angka perkara hukum di Kota Cilegon bisa tertekan.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengelolaan Barang Bukti dan Rampasan Kejari Kota Cilegon Ria Ramadhayanti menjelaskan, secara perinci barang-barang bukti yang telah memperoleh ketetapan hukum yang dimusnahkan oleh Kejari, di antaranya ganja seberat 208,0768 gram, kristal metamphetamine seberat 5,9162 gram, tembakau Gorilla sebanyak 34,5433 gram, 641 pil hexymer, 1.225 pil tramadol, dan alat isap sabu-sabu sebanyak 12 buah.

Selain barang bukti perkara narkoba, dalam kesempatan itu dimusnahkan barang bukti perkara hukum lainnya. Misalnya, satu pucuk senjata api, sembilan pucuk senjata tajam, garam briket yang tidak memiliki izin edar sebanyak 200 bungkus, 100 bal garam halus, dan dua alat cetak.

“Kalau diuangkan berapa banyaknya belum kita rekap, tapi kalau dilihat jumlah narkoba yang dimusnahkan saja sudah bisa dibayangkan berapa besarnya,” ujarnya.

Untuk narkoba, pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar di tiga tong besi berukuran besar. Sementara, senjata api dan senjata tajam dimusnahkan dengan cara dipotong menggunakan alat potong besi. (Bayu M/RBG)