Kejelasan Perbaikan JLS: Didesak Pemkot, Industri Bungkam

0
44
Kondisi jembatan di kawasan Tamiang di JLS yang belum juga diperbaiki oleh pihak industri.

CILEGON – Pemkot Cilegon melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) angkat bicara terkait perbaikan tahap kedua Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang ambrol akibat banjir pada April lalu. Hal itu terjadi karena hingga saat ini perbaikan yang menjadi tanggung jawab industri tidak kunjung dimulai.

Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas PUTR Kota Cilegon Hilmi Firdaus mengatakan, Pemkot Cilegon pun mendesak proses perbaikan itu segera dimulai. Menurutnya, Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi, Dinas PUTR, dengan perwakilan industri sudah beberapa kali melakukan pertemuan membahas perbaikan yang seharusnya sudah dimulai pasca Idul Fitri.

“Sudah beberapa kali rapat. Kan 1 Agustus seharusnya sudah harus kerja, sudah juga beberapa kali dibahas dengan perusahaan, kan itu tanggung jawab mereka (perusahaan),” ujar Hilmi kepada wartawan, Selasa (25/9).

Ia melanjutkan, Dinas PUTR sudah beberapa kali meninjau jalan yang tepat berada di Lingkungan Temiang, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon itu. Ia pun tidak menampik jika kondisi jalan itu saat ini sudah mulai memprihatinkan. “Ya memang begitu, wajar, kan sudah lama. Waktu itu kan belum dipadatkan, itu kan nantinya dibongkar lagi kedalaman 65 sentimeter, selanjutnya dicor,” ujar Hilmi.

Diakui Hilmi, sisi kanan dan kiri jalan cukup curam. Menurutnya, ketinggian antara permukaan jalan dengan Sungai Temiang yang berada di bawahnya sekira sembilan meter. Lebar masing-masing ruas jalan itu sendiri menurutnya tujuh meter, sedangkan panjang jalan yang harus diperbaiki sepanjang 20 meter.

Hilmi melanjutkan, Dinas PUTR akan kembali meminta keterangan pada pihak industri terkait tindak lanjut perbaikan tahap kedua itu. Menurutnya, Pemkot Cilegon berharap perbaikan bisa segera dimulai menyesuaikan dengan kemampuan industri.

Sementara, pihak industri sejauh ini terkesan lepas tanggung jawab. Mereka enggan dimintai komentar oleh Radar Banten terkait upaya perbaikan yang sudah dijanjikan. Melalui koordinator pihak industri, Malim Hander Joni hanya menjelaskan pihak industri perlu melakukan pembahasan dengan pihak kontraktor yang mengerjakan jalan itu di tahap pertama. Saat dimintai keterangan berkaitan hasil pembahasan dengan pihak kontraktor, Joni menyarankan Radar Banten mengonfirmasi bagian pengawas bernama Heru. “Saya enggak ikut rapat (dengan kontraktor-red), yang ikut rapat Pak Heru, konfirmasi saja ke beliau nanti saya kirim kontaknya,” ujarnya yang dihubungi via ponsel, kemarin siang.

Namun, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Heru selalu tidak memberikan keterangan jelas. Sejumlah hal yang menjadi alasan Heru adalah sedang berada di kendaraan dan sedang seminar. (Bayu M/RBG)