Atlet panjat tebing junior Banten di papan panjat tebing KONI Banten pada Kejurprov Panjat Tebing 2016 di KONI Banten, Cipocok Jaya, Kota Serang, Jumat (5/8).

SERANG – Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Banten bergerak cepat pasca kegagalan meloloskan atlet menuju PON XIX Jawa Barat, September 2016. Itu dibuktikan dengan digelarnya Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Panjat Tebing Kategori Umum dan Kelompok Umur 2016 yang dilangsungkan di venue panjat tebing KONI Banten, Jumat-Sabtu (5-6/8).

Ketua Pengprov FPTI Banten Ronald Shandra mengatakan, untuk bisa mencetak atlet panjat tebing berprestasi, perlu adanya pembinaan dan kejuaraan yang bersifat berkesinambungan. “Ini untuk pertama kalinya kejurprov kami gelar dan mempertandingkan kelompok umur, yaitu usia dini, junior, dan remaja. Kami menyadari generasi atlet kita sangat minim. Salah satu penyebab kegagalan kita meloloskan atlet ke PON XIX Jawa Barat 2016 adalah minimnya atlet muda. Itu lantaran tidak ada regenerasi, padahal potensi sangat banyak,” kata Ronald kepada wartawan, Jumat (5/8) sore.

Ronald menambahkan, tidak hanya kejurprov, pihaknya juga akan menggelar kejuaraan yang berbentuk sirkuit. “Dalam setahun akan digelar tiga kali sirkuit. Yang dipertandingkan di sirkuit nanti khusus kelompok umur mulai usai delapan tahun hingga 19 tahun. Dengan demikian, ke depan kita tidak kesulitan mencari atlet. Atlet berbakat yang muncul melalui sirkuit akan dibina jangka panjang. Misalnya, untuk atlet usia 19 tahun yang akan dipersiapkan untuk PON XX di Papua 2020,” imbuhnya.

Kejurprov 2016, ia menilai banyak atlet junior berpotensi yang muncul. “Kualitas atlet kelompok umur masih merata. Tapi, yang membuat kita bangga, jumlah atlet usia dini, junior, dan remaja baik putra maupun putri yang turun sangat banyak. Kredit poin khususnya kami berikan kepada Kota Cilegon yang secara intens melakukan pembinaan dan menggelar kejuaraan,” tutur Ronald.

​Sementara itu, Sekretaris Umum Pengprov FPTI Banten Arsani Maidi menyatakan, pihaknya telah merancang poin penilaian bagi atlet Banten yang tampil di kejurprov. Dari poin inilah akan menjadi dasar pihaknya untuk memberangkatkan atlet mengikuti kejurnas yang akan digelar di Bangka Belitung selepas PON XIX Jawa Barat 2016. “Dengan adanya kejuaraan berjenjang dan berkelanjutan, diharapkan atlet tidak terputus dalam berlatih. Biasanya atlet hanya mau berlatih bila mendekati kejuaraan saja,” ucapnya. (dre/air/dwi)