Atlet tenis meja Banten menjalani latihan bersama jelang menghadapi Kejurnas Tenis Meja Senior 2017 di aula gedung Jurusan Ilmu Keperawatan FKIP Untirta, Kepandean, Kota Serang, beberapa waktu lalu.

SERANG-Prestasi cabang olahraga (cabor) tenis meja Banten di level nasional selalu dipandang sebelah. Itu lantaran selama ini petenis meja Banten belum mampu bersaing untuk memperebutkan medali baik di multi event ataupun single event. Bukan hanya untuk bersaing memperebutkan medali, hanya sekadar menembus babak semifinal pun sangat sulit.

Namun, akhir-akhir ini prestasi cabor tenis meja Banten menjadi buah bibir masyarakat pecinta tenis meja di tanah air, terutama prestasi di level junior nasional. Itu tak lepas dari prestasi yang mampu ditoreh atlet tenis meja junior Banten Rahmat Taufik Nursabri Pakaya di ajang seleksi nasional (seleknas) junior tenis meja Indonesia untuk menghadapi Kejuaraan Tenis Meja tingkat China dan negara-negara ASEAN yang bertajuk The Silk Road Cup 2017.

Di luar dugaan, Rahmat mampu meraih tiket mewakili Indonesia untuk berlaga di The Silk Road Cup 2017 setelah di seleknas yang digelar di GOR Tenis Meja Baywalk Jakarta, Selasa-Kamis (7-9/11) tak terkalahkan. Kejuaraan The Silk Road Cup 2017 akan berlangsung di Provinsi Guangxi-China pada 12-14 Desember mendatang.

Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Uli Hasuri mengaku bangga dan mengapresiasi prestasi yang ditoreh Rahmat di ajang seleknas. “Bagi kami (Pengprov PTMSI Banten-red) ini sejarah. Selama ini belum ada satupun atlet tenis meja Banten yang bisa menembus persaingan di ajang seleknas untuk bisa mewakili Indonesia di event internasional. Ini sebuah prestasi yang membanggakan,” kata Uli kepada Radar Banten, Kamis (9/11) sore.

Uli menambahkan, prestasi yang dotoreh Rahmat di ajang seleknas turut mendongkrak rankingnya di jajaran petenis meja junior Indonesia. “Dengan sendirinya Banten akan diperhitungkan dalam persaingan tenis meja di Indonesia. Selama ini kan Banten tidak pernah masuk hitungan. Mudah-mudahan prestasi Rahmat tidak hanya sampai di sini saja, tapi bisa mengharumkan Indonesia dan Banten di event internasional. Juga kedepan prestasi Rahmat semakin meningkat hingga level senior serta puncaknya mengharumkan Banten di PON XX Papua 2020,” tuturnya.

Wakil Sekretaris Umum Pengprov PTMSI David menyatakan, dengan diraihnya tiket berlaga di event internasional maka kekuatan nomor tunggal putra junior saat ini menjadi milik Banten. “Alhamdulillah lambat laun kita mulai menyusul dan mensejajarkan diri dengan daerah yang mendominasi tenis meja Indonesia, yakni Jawa Timur, Jawa Barat, dan DKI jakarta. Sekarang kita punya unggulan di sektor tunggal putra. Mudah-mudahan kedepan muncul lagi dari sektor putri dan nomor lain,” ucapnya.

Kalau melihat potensi saat ini, tidak menutup kemungkinan kedepan nomor ganda putra junior juga bisa menjadi milik Banten. “Kami tengah meracik nomor ganda. Rahmat juga bisa diandalkan di nomor ganda, tinggal mencari pasangannya saja. Kita punya beberapa pemain yang bisa dipasangkan dengan Rahmat. Mudah-mudahan tenis meja bisa berbicara banyak di PON XX Papua 2020. Kalau melihat potensi yang ada, kami yakin bisa,” tandas David. (Andre AP/RBG)