Kejurda Renang Banten Ajang Intip Kekuatan pada Porprov

Atlet renang dari delapan kabupaten kota bersaing untuk menjadi yang terbaik di Kejurda Renang Banten 2018 yang dilangsungkan di Kolam Renang Citra Raya Sport Club, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Senin (2/4).

TANGERANG-Gelaran Kejurda Renang Banten 2018 di Kabupaten Tangerang dijadikan Pengcab PRSI kabupaten kota se-Banten sebagai ajang intip kekuatan. Terutama jelang menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Banten 2018, November nanti. Pada kejurda yang dilangsungkan 2-3 April itu, sebanyak 165 perenang dari enam pengcab unjuk kebolehan untuk memperebutkan 104 medali emas.

Pada pembukaan yang dilakukan Wakil Sekretaris KONI Banten Djajuli Khasan, enam kabupaten kota menurunkan kekuatan penuh terutama di tiga kelompok umur. Ketiga nomor yang dimaksud adalah kelompok umur (KU)-3, KU-4, dan KU-senior atau elite.

Sekretaris Umum Pengprov PRSI Banten Jajang Drajat mengatakan, atlet yang turun di tiga kategori tersebut sudah bisa bersaing di level senior yang akan dipertandingkan di Porprov V Banten nanti. “Walau di KU-3 hitungannya masih junior, tapi kalau limit waktunya sudah masuk limit senior maka atlet tersebut bisa tampil di porprov. Makanya, ajang ini sangat dimanfaatkan seluruh pengcab untuk mengukur kesiapan atletnya dan sekaligus mengintip peta kekuatan calon lawan,” kata Jajang kepada Radar Banten, Senin (2/4).

Jajang memprediksikan, persaingan di kejurda kali ini bakal lebih ketat karena kabupaten kota turun dengan kekuatan penuh. Jika Kejurda tahun 2017 banyak atlet potensial Banten yang tak berlaga karena alasan sekolah dan kuliah, maka kali ini alasan tersebut pupus karena kejurda kali ini digelar sebagai persiapan menghadapi porprov.

“Syarat tampil di porprov adalah tampil di kejurda. Jadi, mau tidak mau atlet akan berjibaku di sini. Bukan untuk menang saja, tapi mengambil tiket untuk tampil di porprov,” imbuhnya.

Ketua Pengprov PRSI Banten Moch Poppy Nopriadi menyatakan, kejurda kali ini walau minus Kabupaten Pandeglang dan Lebak tetap menyajikan persaingan ketat. Pria yang juga menjabat sebagai Asisten Daerah (Asda) II Kota Serang itu berharap, dari ketatnya persaingan di kejurda kali ini bisa memunculkan atlet potensial baru yang bisa dibina untuk mendongkrak prestasi renang Banten. “Secara positif, saya berharap dominasi Kota Tangsel yang dalam tiga tahun belakangan keluar sebagai juara umum bisa mendapat persaingan berarti dari wilayah lain. Dengan begitu menjadi bukti bahwa pembinaan renang di wilayah lain berkembang, ini bagus buat Banten,” ujarnya.

Selain Tangsel, organisasi pimpinannya sangat berharap wilayah lain menggiatkan pembinaan bukan saja tertuju pada porprov tapi juga pada persiapan menghadapi Pra-PON dan PON. “Ini agar kita sama-sama meningkatkan kemampuan atlet karena ke depan untuk bisa tampil di PON, target yang diberikan KONI cukup berat, yakni tiga besar Pra-PON atau kejurnas. Kita harus mulai dari sekarang kalau ingin tampil di Papua,” tegas Poppy.

Wakil Sekretaris KONI Banten Djajuli Khasan yang hadir membuka Kejurda Renang Banten 2018 mengapresiasi Pengprov PRSI Banten yang rutin menggelar kejurda. Rutinitas kejurda sangat penting dilakukan lantaran menjadi kebutuhan utama atlet dan pelatih setelah lama berlatih. “Tanpa ada kejurda akan sulit mengukur hasil latihan dan mengevaluasinya untuk meningkatkan prestasi. Dengan kejurda, kami dari KONI Banten berharap perenang Banten bisa lebih optimal lagi agar bisa lolos ke PON XX Papua 2020,” ucapnya singkat. (dre/ibm/ira/RBG)