SERANG – Tim binaraga Banten sukses mencapai target pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Binaraga Mr Indonesia 2017. Tiga keping medali, yakni sekeping medali emas dan dua medali perunggu mampu dibawa pulang tim binaraga Banten dari kejurnas yang dilangsungkan di Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar), Senin (15/5) sore.

Medali emas dipersembahkan Teuku Ian (kelas 80 kilogram). Sementara dua keping medali perunggu disumbang Samsul Bahri (kelas 55 kilogram) dan Iwan Setiawan (kelas 70 kilogram). Tidak hanya mencapai target, hasil ini juga sekaligus memperbaiki prestasi binaraga Banten pada PON XIX Jawa Barat 2016 yang hanya mampu meraih sekeping medali perak dan dua keping medali perunggu.

Pelatih Binaraga Banten Setya Teruna mengaku bangga anak asuhnya mampu menyabet satu medali emas dari ajang kejuaraan paling bergengsi binaraga Indonesia. Ia menilai penampilan anak asuhnya sudah sesuai harapan dan target tim.

“Dari awal kami menagetkan medali emas untuk memperbaiki prestasi di PON lalu. Di PON kan kami tanpa medali emas. Nah, sekarang kami buktikan kalau binaragawan Banten masih yang terbaik. Subjektivitas pada olahraga binaraga kan sangat tinggi karena penilaian dengan sistem manual. Sangat sulit untuk mengalahkan atlet tuan rumah dan itu yang terjadi di PON Jawa Barat lalu,” kata Setya kepada Radar Banten, Selasa (16/5).

Setya menambahkan, dengan potensi dan prestasi yang dimiliki binaraga Banten, ia optimistis ke depan mampu mewujudkan medali emas pada event terbesar empat tahunan Indonesia, PON XX Papua 2020. “Kami masih penasaran dengan medali emas di PON. Atlet kami sudah sering naik podium utama di berbagai kejuaraan, bahkan di pentas internasional ketika mewakili Indonesia. Tapi ketika bertanding di event nasional, medali emas itu sangat sulit. Kami akan mencoba menjawab di PON dua puluh,” imbuhnya.

Pembinaan rutin akan lebih ditingkatkan guna menemukan bibit-bibit potensial. “Yang sudah ada semakin kita matangkan. Tapi, kita tetap harus melakukan regenerasi karena binaraga itu butuh proses panjang. Tidak bisa hanya setahun atau dua tahun untuk membentuk otot super body,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Binpres KONI Banten Henky S Breemer menyatakan, prestasi binaragawan Banten di Mr Indonesia 2017 membuktikan bahwa kualitas atlet Banten layak diganjar medali emas. “Seharusnya ini terjadi di PON lalu. Tapi, kami berharap hasil ini bisa menjadi acuan pembinaan ke depan,” ucapnya. (Andre AP)