Kejurnas Taekwondo Antar-PPLP, Banten Andalkan Lima Kelas

SERANG-Tim taekwondo pelajar Banten yang tergabung dalam Pemusatan Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Banten secara intens menggelar latihan. Ini dilakukan menjelang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo Antar PPLP 2018 di NTB, September nanti. Pada single event nanti, tim taekwondo PPLP Banten hanya mengandalkan lima kelas untuk meraih medali.

Lima kelas yang menjadi andalan tim taekwondo PPLP Banten merujuk dari capaian di Kejurnas 2017 lalu. Yang mana lima kelas tersebut mampu mempersembahkan medali untuk tim Banten. Kelima kelas tersebut adalah kelas under 68 kilogram/kyorugi, kelas under 55 kilogram/kyorugi, kelas under 63 kilogram/kyorugi, nomor poomsae perorangan putra, dan kelas 52 kilogram putri/kyorugi.

Kepala Pelatih Taekwondo PPLP Banten Gabriel Rinaldi mengatakan, lima kelas yang diprediksi mampu menui prestasi lantaran dihuni atlet-atlet berpengalaman. Namun, tidak menutup kemungkinan atlet dari kelas lainnya mampu membuat kejutan.

“Sebenarnya target utama bukan di kejurnas, melainkan pada perhelatan multievent Popnas 2019 di Papua nanti. Ajang kejurnas ini hanya kami jadikan sebagai wadah memperbanyak jam terbang dan pengalaman atlet sebagai modal menuju Popnas 2019,” kata Gabriel saat memimpin latihan di GOR PPLP Banten, Drangong, Kota Serang, Jumat (20/4).

Gabriel menambahkan, meski tanpa target khusus, bukan berarti taekwondoin Banten tidak memiliki kans untuk meraih medali. “Kans kami ada, ya untuk sementara di lima kelas tersebut. Tapi, tidak menutup kemungkinan atlet lainnya juga bisa meraih medali. Peluang selalu ada dan tergantung kesiapan saja,” imbuhnya.

Pada Kejurnas 2017, tim taekwondo PPLP Banten hanya mampu membawa lima keping medali, yakni satu emas, dua perak, dan dua perunggu. “Minimal menyamai prestasi seperti kejurnas sebelumnya lah,” tutup Gabriel.

Sementara itu, Kabid Prestasi Atlet Pelajar Dispora Banten Djajuli Khasan menyatakan, meski tim pelatih tidak mengusung target khusus di kejurnas nanti, pihaknya tetap berharap seluruh taekwondoin untuk tampil semaksimal mungkin. “Kejuaraan ini merupakan tolok ukur kemampuan dan hasil latihan yang selama ini telah dijalani atlet. Apa pun hasilnya nanti akan menjadi bahan evaluasi tim pelatih untuk dibenahi agar pada Popnas 2019 di Papua meraih hasil terbaik,” ucapnya singkat. (dre/ibm/dwi/RBG)