KEK Tanjung Lesung Bidik Ekspatriat di Jakarta

Kunjungan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) ke Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, Sabtu (3/6). Foto: KPPIP

PANDEGLANG –  Para pekerja asing (ekspatriat) yang tinggal di Jakarta merupakan target wisatawan yang dibidik KEK Tanjung Lesung. Karena itu, pembangunan jalan tol Serang-Panimbang yang menjadi akses ke KEK Tanjung Lesung agar selesai dan beroperasi tahun 2019, sesuai yang direncanakan pemerintah.

“Target utamanya adalah greater Jakarta. Diharapkan setelah mereka datang ke sini bisa menyebarkan promosi tentang Tanjung Lesung melalui media sosial,” kata Bambang Wijanarko dari Sekretariat Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus saat kunjungan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) ke Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, Sabtu (3/6).

Selain jalan tol, upaya lain untuk memuluskan akses ke KEK Tanjung Lesung adalah dengan memaksimalkan penggunaan airstrip (landasan terbang) sepanjang 1,2 kilometer untuk pesawat ukuran kecil. Bambang yakin penggunaan airstrip jika rutin bisa lebih mendorong investor untuk datang. “Sementara bandara belum ada, airstrip bisa digunakan,” kata Bambang melalui siaran pers.

Dari informasi yang dihimpun, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Tanjung Lesung tahun 2017, baik asing maupun domestik berjumlah sekitar 600 ribu orang. Meningkat dari tahun sebelumnya yang ada di kisaran 400 ribu wisatawan.

Rully, pengelola KEK Tanjung Lesung, mengaku antusias dengan sudah dimulainya proses proyek tol Serang-Panimbang. “Dengan selesainya jalan tol nanti kita harapkan di tahun 2019 untuk tahap pertama sudah bisa tercipta siklus pertama dari kegiatan di KEK Tanjung Lesung,” ucap dia.

KEK Tanjung Lesung diharapkan bisa menjadi pemicu bagi pengembangan potensi wisata di sekitar. Sehingga bisa tercipta suatu menu khusus bagi wisatawan yang datang ke Tanjung Lesung. Seperti wisata kuliner, wisata budaya, wisata agama dan juga wisata dirgantara yang menggandeng TNI AU. “Itu masih sangat dimungkinkan. Jadi ada banyak sekali menunya,” kata Rully.

KEK Tanjung Lesung ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 Tahun 2012. Pengusulnya adalah pihak swasta yakni PT Banten West Java (BWJ) yang kemudian diakuisisi oleh Jababeka. Di lahan seluas sekitar 1.500 hektare itu sudah dibangun berbagai fasilitas untuk wisatawan. Seperti Tanjung Lesung Beach Hotel, Kalicaa Villas, Sailing Club, Legon Dadap Village, Blue Fish, Beach Club, dan Golf Driving Range.

Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP)  pada Sabtu (3/6) berkunjung ke KEK Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, untuk melakukan koordinasi antar lembaga terkait pembangunan proyek tol Serang-Panimbang.

Ketua Tim Pelaksana KPPIP Wahyu Utomo, mengatakan keberadaan ruas tol itu menjadi kunci bagi berkembangnya KEK Tanjung Lesung yang mengusung sektor pariwisata. “Kedatangan saya datang ke sini juga untuk melihat potensi KEK Tanjung Lesung bisa terkoneksi dengan proyek tol Serang-Panimbang yang pada 2019 dijanjikan akan beroperasi,” kata Wahyu saat berkunjung ke KEK Tanjung Lesung.

Kata dia, keberadaan tol Serang-Panimbang dan KEK Tanjung Lesung harus sinergis. Di mana wisatawan yang menuju KEK Tanjung Lesung dari arah Jakarta bisa menghidupkan traffic ruas tol Serang-Panimbang yang ditargetkan beroperasi di tahun 2019. Sebaliknya, keberadaan ruas tol bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Tanjung Lesung yang selama ini masih terkendala waktu tempuh. Ruas tol sepanjang 83,9 kilometer itu bakal memangkas waktu tempuh dari Jakarta ke Tanjung Lesung. (Aas Arbi)