Kekeringan Meluas, Bupati Zaki Minta Hujan Buatan

A Zaki Iskandar

TANGERANG – Dampak kekeringan di Kabupaten Tangerang semakin menyiksa. Kondisi itu menuai perhatian Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar. Orang nomor satu di Kabupaten Tangerang itu berharap, pemerintah pusat memberi solusi dalam mengatasi musim kemarau. Dia meminta hujan buatan.

“Saat ini kekeringan sudah melanda beberapa wilayah di Kabupaten Tangerang. Kondisi ini dirasakan hampir setiap tahun saat musim kemarau. Pemerintah Kabupaten Tangerang selalu berupaya melayani kebutuhan air bersih kepada masyarakat,” kata Zaki setelah apel pertama di awal Agustus di Lapangan Maulana Yudha Negara, Tigaraksa, Senin (5/8).

Pria yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tangerang itu menerangkan, pihaknya sudah menyalurkan ribuan liter air bersih melalui PDAM serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). “Kami sebisa mungkin akan berupaya memberikan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan sudah dilakukan sejak tiga minggu lalu. Saat ini, setiap hari selalu ada puluhan permintaan air bersih dari beberapa wilayah. Dan, kami berusaha cukupi,” terangnya.

Zaki berharap, pemerintah pusat dapat membantu dengan membuat hujan buatan. “Diharapkan adanya rekayasa teknologi dari pemerintah pusat kebutuhan air di lahan pertanian dan peternakan dapat tercukupi,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tangerang Kosrudin mengungkapkan, setiap harinya, pihaknya menerima banyak aduan masyarakat yang meminta bantuan air bersih. Diperkirakan ada 10 lebih permintaan bantuan air bersih.

“Tetapi, hari ini (Senin-red) kami hanya bisa mengirimkan satu tangki berkapasitas 6.000 liter di Kampung Pinang, Kelurahan Tiagaraksa. Ada sekira 100 kepala keluarga yang ikut antre pembagian air bersih tersebut,” katanya, Senin (5/8).

Kosrudin menuturkan, setiap hari pihaknya mengirimkan tiga hingga lima tangki air bersih untuk memenuhi permintaan masyarakat. Tetapi, pengiriman tersebut terhambat lantaran adanya pemadaman listrik yang mulai terjadi Minggu (4/8) lalu. “Permintaan sangat banyak, sedangkan di tempat kami mati listrik. Jet pump kami tidak bisa mengambil air,” keluhnya. (mg-04/asp/sub)