Kekurangan Ruang Kelas, Siswa SD di Pandeglang Belajar di Teras

SDN Pandeglang 8
Siswa SDN Pandeglang 8 belajar di teras sekolahnya, kemarin. (Foto: Iman)

PANDEGLANG – Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pandeglang 8, yang berada di Kampung Kadupandak, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang terpaksa belajar di teras sekolahnya selama enam tahun. Itu terjadi, karena sekolah tempat belajar mereka masih kekurangan ruang kelas. Dari 161 siswa yang ada, sekolah tersebut hanya memiliki tiga ruang kelas dan satu ruang guru.

Pantauan Radar Banten, kemarin, beberapa ruang kelas di sekolah itu telah dibagi dua, dengan cara disekat. Namun, tetap saja terlihat ada puluhan siswa kelas II yang terpaksa harus belajar di teras sekolah mereka karena tidak tertampung.

Ina Ningsih, Kepala SDN Pandeglang 8 menjelaskan, sudah sering melakukan pengajuan kepada Dinas Pendidikan, tetapi belum ada tanggapan. Apalagi untuk rencana penambahan ruang kelas. “Bahkan, kalau hujan tiba kami terpaksa memberhentikan pembelajaran,” keluh Ina, yang ditemui di kantornya, Senin (18/1/2016).

Namun, ia mengatakan, kegiatan belajar dan mengajar (KBM) terus berjalan. Walaupun tidak nyaman karena satu ruang kelas dilakukan penyekatan menggunakan tripleks menjadi dua kelas. “Kami para guru, sama sekali tidak memiliki ruangan, karena dipergunakan kelas VI,” kata Ina seraya mengatakan, akibat ini kegiatan belajar mengajar kurang efektif.

Eka Rahma Wijaya, Lurah Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, yang ditemui ketika ikut memantau sekolah mengeluhkan kondisi tersebut. Ia mengaku, sudah banyak orangtua siswa yang mengadu, karena anaknya harus belajar di luar kelas. “Kalau membutuhkan bantuan tenaga, kami siap membantu. Karena kami juga tidak ingin di pusat kota kabupaten masih ada siswa yang belajar di luar kelas,” katanya.

Dihubungi melalui telepon seluler, Sekretaris Dindikbud Kabupaten Pandeglang Nurhasan berkilah, SDN tersebut tidak dibangun karena terkendala lahan. Ditambah, Dindikbud sedang fokus pada rehab dan pembangunan baru. Sementara untuk pembebasan lahan belum ada. “Kalau untuk membangun dua lantai, kita tidak memiliki anggaran. Karena kalau ditingkatkan membutuhkan anggaran yang besar. Sebab, anggaran yang ada saat ini, hanya untuk penambahan ruang kelas baru (RKB-red),” katanya. (RB/mg-03/zis/ags)