SERANG – Walikota Serang Tb Haerul Jaman sudah melakukan peletakan batu pertama rencana pembangunan Masjid Agung Kota Serang di Alun-alun Barat, Kota Serang, Kamis (13/9). Namun, Walikota Serang terpilih Syafrudin akan mempertimbangkan hasil dari feasibility study (FS) untuk kelanjutan pembangunan masjid tersebut.

  Syafrudin mengaku, selama tidak terbentur aturan maka pembangunan masjid itu akan dilakukan tahun depan. “Pada prinsipnya saya tidak masalah, tapi harus dilihat dulu prosedurnya,” ujar Syafrudin melalui telepon seluler, Jumat (14/9).
   

Ia akan melihat dulu hasil kajian atau FS terkait pembangunan masjid itu yang rencananya akan dilakukan pada APBD Perubahan 2018. Selain FS, hal lain yang juga harus dipertimbangkan, yakni amdal lalu lintas dan lingkungannya.     Pengalokasian anggaran untuk pembangunan masjid itu juga harus didasarkan pada detail engineering design (DED). Diketahui, pada kebijakan umum anggaran dan plafon prioritas anggaran sementara (KUA PPAS) RAPBD Tahun 2019, Pemkot Serang akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp30 miliar untuk pembangunan tahap pertama masjid itu.

“Kalau semua pihak mengizinkan maka tidak ada masalah,” ujar Syafrudin.

Namun, lanjut dia, apabila terjadi pro dan kontra, ia akan melihat suara terbanyak. Kata dia, pembangunan masjid tak masalah, tetapi penentuan tempat nanti sesuai kajian. “Apakah parkirnya memenuhi syarat dan RTH (ruang terbuka hijau-red) tak terkikis,” urai Syafrudin.Ia menegaskan, pembangunan masjid itu harus mendahulukan kajian. Apabila kajian itu rampung, baru ditentukan pengalokasian anggaran.

“Kalau kajian belum ada, pembangunan di 2019 belum bisa dilakukan,” ujarnya.
 

Pada bagian lain, mantan birokrat itu lebih senang berkantor di kantor yang saat ini masih ditempati Bupati Serang daripada di Puspemkot Serang di Perumahan Kota Serang Baru (KSB). Karena itu, Syafrudin akan memperjuangkan aset Kota Serang yang masih digunakan Pemkab Serang untuk segera diserahkan.

    Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Serang M Ibra Gholibi mengungkapkan, FS untuk pembangunan masjid itu akan diusulkan di APBD Perubahan tahun ini. “Hanya saja untuk FS akan diusulkan oleh Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah-red) Kota Serang,” ujarnya.

    Sedangkan untuk DED akan diusulkan Dinas PUPR tahun depan. Pihaknya akan mengusulkan sekira Rp1,5 miliar untuk pembuatan DED Masjid Agung Kota Serang.

    Asda II Pemkot Serang Moch Poppy Nopriadi menambahkan, pembuatan DED akan dilakukan di awal tahun depan. Untuk itu, pembangunan masjid diperkirakan baru akan dilaksanakan di semester kedua tahun depan.

    “Tidak berbarengan. Yang pasti DED selesai dulu, baru pembangunannya” terang Poppy. (nna/aas/ira)