Keluarga Caleg Aniaya Tetangga

Dituduh Coblos Dua Kali

SERANG – Suwandi (26), warga Lingkungan Cikepuh, Kelurahan
Unyur, mengaku dianiaya oleh dua anggota keluarga calon legislatif (caleg) DPRD
Kota Serang, Rabu (17/4). Penganiayaan tersebut dipicu karena Suwandi dituduh
mencoblos dua kali.

“Padahal waktu itu saya lagi nongkrong doang sama yang lain sambil lihat penghitungan surat suara. Tapi, tiba-tiba dituduh kayak gitu (coblos dua kali-red),” ujar Suwandi kepada wartawan, Rabu (24/4).

Sebelum pengeroyokan, Suwandi berada di dekat tempat pemungutan suara (TPS), tak jauh dari rumahnya. Saat nongkrong bersama temannya itu Suwandi didatangi istri caleg MU berinisial HS. Suwandi langsung dituduh mencoblos dua kali. Tuduhan itu dibantah Suwandi. Namun, bantahan tersebut tak dapat diterima HS. Dia masih terus menuduh Suwandi sehingga menarik perhatian warga sekitar. “Saya dituduh nyoblos dua kali, padahal saya enggak tahu apa-apa,” kata Suwandi.

Warga sekitar yang menyaksikan keributan tersebut mendatangi Suwandi dan memintanya meninggalkan lokasi karena dianggap mengganggu proses pemilihan. Suwandi menurutinya. Dia pergi menuju rumah tetangganya.

Tetapi, setibanya di rumah tetangganya, Suwandi didatangi U, anak dari HS. U menarik kerah baju Suwandi dan memaksanya kembali lagi ke dekat TPS. Setibanya di lokasi, Suwandi ternyata sudah ditunggu kerabat U berinsial M. Tanpa basa basi, M menghampiri Suwandi dan langsung melayangkan pukulan berkali-kali. Pukulan tersebut nyaris membuat Suwandi tersungkur.

Dipukulin beberapa kali. Di sana udah ada yang nungguin. Dia (anak HS-red) juga ikut mukulin saya,” kata Suwandi.

Kejadian tersebut disaksikan warga sekitar. Suwandi diamankan warga ke rumah milik salah satu warga. Usai kejadian, Suwandi mendatangi Mapolres Serang Kota untuk membuat laporan. Namun, laporan Suwandi belum dapat diproses karena polisi sedang mengamankan TPS. Suwandi diminta untuk datang di lain hari.

Selasa (23/4), Suwandi resmi melaporkan dua orang anggota keluarga caleg tersebut. “Saya sudah lapor ke Polres Serang Kota. Saya juga sudah serahkan hasil visum dokter,” ucap Suwandi.

Suwandi mengaku, usai kejadian kondisi psikologisnya terganggu. Dia khawatir, keluarga caleg tersebut kembali menganiayanya. “Jujur, Kang, saya masih takut ini geh buat cerita, apa lagi ke wartawan,” kata Suwandi.

Kasatreskrim Polres Serang Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ivan Adhitira membenarkan telah menerima laporan tersebut. “Masih kita selidiki. Kita masih kumpulkan alat bukti,” kata Ivan. (mg05/nda/ira)