Keluarga Ikhlas, Kematian Terduga Maling di Curug Tak Diusut

0
1.219 views

SERANG – Polisi telah menyatakan, tak akan mengusut kasus kematian Sahrul Gunawan di tangan massa pada Rabu (22/2) dini hari. Alasannya, keluarga terduga maling asal Kabupaten Lebak itu tidak mengajukan tuntutan.

“Kemarin (Rabu, 22/2-red), pihak keluarga sudah datang ke Polsek Curug. Mereka mengambil jenazah dan mengikhlaskannya, tidak menuntut,” tegas Plh Kapolsek Petir Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ate Waryadi dihubungi melalui telepon seluler (ponsel)-nya, Kamis (23/2).

Dugaan Sahrul Gunawan sebagai maling terjadi ketika korban dan temannya yang masih buron, kepergok tengah mencongkel jendela kamar depan rumah Yusup, di Desa Kampungbaru, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, sekira pukul 03.00 WIB. Sahrul Gunawan dan temannya kabur. Namun, Sahrul Gunawan tak kuat dan ambruk di tengah ladang di Kelurahan Pancalaksana karena luka di betis kanan akibat lemparan celurit oleh Mistri, tetangga Yusup. Puluhan warga Kampung Gintung dan sejumlah pemancing mengeroyok Sahrul Gunawan. Korban tewas sebelum mendapatkan perawatan medis di RS dr Dradjat Prawiranegara, Kota Serang.

Kapolsek Curug AKP Edi Susanto membenarkan jika keluarga Sahrul Gunawan telah mendatangi Mapolsek Curug untuk mengambil jenazah korban. Namun, Edi enggan berkomentar mengenai penanganan kematian Sahrul Gunawan. “Kemarin kan sudah ada (keterangan-red) dari Wakapolres (Wakapolres Serang Kota Komisaris Polisi Tidar Wulung Dahono-red). Tanya langsung ke Waka ya,” sarannya.

Sayang, Tidar tidak bisa dikonfirmasi soal penanganan kasus kematian Sahrul Gunawan. Tadi malam, ia tidak merespons panggilan dan pesan singkat yang dikirimkan Radar Banten melalui ponselnya.

Tidar telah mengisyaratkan bahwa kematian Sahrul Gunawan di tangan warga itu tidak akan diusut pada Rabu (22/2) malam. Ia mengatakan, kematian Sahrul Gunawan akan diusut jika keluarga korban menyampaikan tuntutan kepada polisi.

“Ini kembali ke sebab. Sesuai KUH Pidana, seseorang yang masuk pekarangan rumah orang lain, pemilik berhak melakukan pembelaan rumah,” katanya.

Tidar justru menegaskan bahwa kasus percobaan pencurian yang diduga dilakukan oleh Sahrul Gunawan dan temannya itu tetap diusut. Penyelidikan dilakukan terhadap teman Sahrul Gunawan yang sampai kemarin belum diketahui identitasnya. Polres Serang Kota menyerahkan penanganannya kepada penyidik Polsek Petir.

“Lagi dilidik dulu dengan Bhabinkamtibmas Lebak. Cek, dia (Sahrul Gunawan-red) berangkat sama siapa malam itu,” jelas Ate Waryadi membenarkan.

Soal pengusutan kasus kematian Sahrul Gunawan, menurut Dosen Hukum Pidana Untirta Ferry Fathurokhman, semestinya polisi tidak harus menunggu keluarga korban menyampaikan tuntutan. Proses hukum atas kasus amuk massa bisa langsung dilakukan oleh polisi.

“Bekerjanya polisi dalam penegakan hukum ada tiga pintu masuknya. Pertama, laporan. Kedua, pengaduan. Dan ketiga, tertangkap tangan. Tertangkap tangan ini, bisa setelah kejadian. Misalnya, setelah dipukul, mengetahui kejadian itu. Jadi, tidak perlu laporan,” jelas doktor ilmu hukum lulusan Kanazawa University, Jepang, itu.

Ferry juga menilai bahwa kematian terduga pelaku kejahatan di tangan warga biasa terjadi pada masyarakat primitif yang belum mengenal hukum negara. “Setelah ada hukum negara, yang melakukan hal itu dapat ditindak,” tegasnya. (Merwanda/Radar Banten)