Keluarga Korban Minta Pelaku Pembacokan Dihukum Mati

Sejumlah warga berkumpul di kediaman Kades Pengarengan Syaifullah, Selasa (18/2).

CILEGON – Lima pelaku pembacokan tiga orang pengusaha asal Desa Pengarengan, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, itu diminta agar dijatuhi hukuman mati. Soalnya, keluarga korban meyakini penyerangan telah direncanakan.

Lima pelaku itu adalah Nasrudin, Safiudin, Subedi, Ikhsan, dan Hasuni. Kelimanya telah melakukan penyerangan terhadap Khaerul Anwar, Syafrudin, dan Nursidi di Desa Pengarengan, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Senin (17/2) lalu.

Akibat penyerangan itu, Khaerul tewas di lokasi kejadian. Sementara Syafrudin dan Nursidi menderita luka serius akibat luka bacok.

Kakak korban, Syaifullah meyakini pembacokan yang dilakukan oleh Nasrudin dan komplotannya itu telah direncanakan karena telah menyiapkan golok dan samurai yang digunakan untuk membacok ketiga korban.

“Buktinya golok dan samurainya sudah enggak dibungkus lagi,” ujar Syaifullah saat ditemui di kediamannya di Kampung Pangarango Dukuh, Kelurahan Pangarengan, Selasa (18/2).

Selain telah direncanakan, perbuatan para pelaku dinilai sangat keji lantaran menyerang korban secara brutal menggunakan golok dan samurai.

“Kalau enggak dihukum mati atau penjara seumur hidup kami tidak akan terima,” ancamnya.

Kepala Desa (Kades) Pangarengan itu menuding otak penyerangan adalah Nasrudin. Soalnya, Nasrudin menolak pengelolaan sirdam atau limbah tambang batu PT SGM diambil alih oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pangarengan. Sebelum Syaifullah menjabat Kades Pengarengan, sirdam itu memang dipercayakan kepada Nasrudin. “Dia inginnya BUMDes ngambil dari dia (Nasrudin-red), kan badan hukumnya jelas BUMDes. Seharusnya orang lain dong yang nginduk ke BUMDes bukan sebaliknya,” jelasnya.

Selain itu, keluarga korban juga meyakini ada aktor intelektual lain yang membuat Nasrudin dan empat pelaku nekat berbuat tersebut.“Agar aktor intelektualnya kena, tidak mungkin mereka berani seperti itu kalau tidak ada yang nyuruh,” ujarnya. 

Kapolres Cilegon Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yudhis Wibisana menuturkan, ketiga korban diseret ke tiga lokasi berbeda.

Pertama, Nursidi dianiaya pelaku di depan pos sekuriti PT SGM. “Golok dipegang Nasrudin, samurai dipegang Subaedi,” ujar Yudhis.

Lalu, para pelaku menganiaya Khaerul Anwar di lokasi tak jauh dari lokasi pertama. “Syafrudin di TKP ketiga, jaraknya sekira 30 meter dari TKP kedua,” sambung Yudhis.

Selain persoalan bisnis, Yudhis menduga aksi itu pun dipicu oleh kekalahan Nasrudin pada pilkades lalu. Ia dikalahkan oleh Syaifullah, kakak dari Khaerul Anwar. “Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka, enam orang saksi sudah diperiksa,” tuturnya. (bam/nda/ags)