Kemandirian Pemuda Talaga Tekan Pengangguran

Kades Talaga Edi Suhaedi M (berpeci) menjelaskan soal potensi wisata ziarah di TPU Talaga Mester, Senin (15/4). Edi didampingi Kanitreskrim Polsek Cikupa Iptu Apip (kanan).

        TANGERANG – Pemuda mandiri. Setidaknya, kondisi itu tercermin pada pemuda Desa Talaga di Kecamatan Cikupa. Kemandirian pemuda yang terwadahi Karang Taruna ini, salah satu keberhasilan program pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Desa Talaga itu sejak 2017.

        Dengan campur tangan Pemerintah Desa Talaga, saat ini, Karang Taruna di desa ini cukup mampu menekan angka pengangguran di desanya. Program penyaluran tenaga kerja ini, upaya Pemerintah Desa Talaga meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya, berjumlah 14.649 jiwa.

        Karang Taruna, menurut Kepala Desa Talaga Edi Suhaedi M, sengaja dijadikan partner setelah pihaknya bisa membangun kerja sama bidang ketenagakerjaan dengan delapan perusahaan di desanya. Dua tahun terakhir, ada ratusan pemuda di Talaga yang bekerja di delapan perusahaan itu.

        ”Talaga itu dulunya desa pertanian, sekarang sudah berubah menjadi industri. Tapi ini justru menguntungkan masyarakat. Bagi para pemuda yang memenuhi kriteria, bisa kita (Pemerintah Desa dan Karang Taruna Desa Talaga-red) bantu untuk disalurkan sebagai tenaga kerja. Ada lah ratusan pemuda yang kita salurkan,” tutur Edi kepada Tim Saba Desa Radar Banten di Kantor Desa Talaga, Jalan Taman Citalaga Nomor 1, Senin (15/4).

        Perubahan Talaga dari desa pertanian menjadi desa industri, lanjut Edi, juga menguntungkan warga desa lainnya. Beberapa warga yang bermodal, bisa membangun usaha kontrakan. ”Dari berdirinya perusahaan-perusahaan itu, tentunya ada ribuan karyawan yang beberapa di antaranya membutuhkan kontrakan,” ujarnya. ”Di sini, ada sekitar tiga puluhan perusahaan,” tambah Sekretaris Desa Talaga A Sukyani saat mendampingi Edi.

        Penyaluran tenaga kerja itu, jelas Ketua Bidang Kesejahteraan Sosial pada Karang Taruna Desa Talaga Haryadi Sutarman, dilakukan pihaknya sejak kepengurusan sebelumnya, tahun 2017. Diawali dengan rapat bersama para ketua rukun tetangga (RT). Pengurus Karang Taruna Desa Talaga menyosialisasikan program penyaluran tenaga kerja tersebut. Lalu, para ketua RT lah yang berkeliling wilayahnya untuk mendata pengangguran.

        ”Setelah datanya terkumpul, kami memberikan formulir untuk diisi para calon pelamar. Pengisian formulir ini untuk pendataan dan kualifikasi keahlian. Biasanya, kami juga mengutamakan anak yatim piatu dan yang tingkat ekonomi keluarganya rendah (untuk diprioritaskan bekerja-red),” tutur Haryadi.

        Program lain yang digulirkan Karang Taruna Desa Talaga adalah pemeliharaan lingkungan hidup. Pengurus dan anggotanya rutin mengajak masyarakat untuk peduli lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

        ”Dulu, sampahnya pada dibakar. Sekarang, (sampah-red) sudah dikumpulkan, lalu diangkut petugas sampah dua minggu sekali,” beber Haryadi.

        Potensi lain di desa seluas 411,6 hektare ini adalah wisata ziarah. Ada tiga destinasi wisata ziarah di Talaga. Taman Pemakaman Umum (TPU) Talaga Mester, Sumur Citalaga, dan Sumur Gede. Masyarakat yang percaya, ketiganya merupakan tempat keramat.

        Di TPU Talaga Mester misalnya, ada tiga makam yang dianggap keramat. Yaitu, makam Ki Buyut Mester, Ki Buyut Kikis, dan Nyimas Melati. Konon, Ki Buyut Mester merupakan keturunan dari Maulana Hasanudin. (pem/rb/sub)