Kemenag Siapkan Rp8 Miliar untuk Beasiswa S2 200 Guru Madrasah

0
767 views
Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) membuka Rapat Kerja Sertifikasi dan Beasiswa Guru Madrasah di Bogor, Senin (24/7). Foto: Kemenag

BOGOR – Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama menyiapkan anggaran sebesar Rp8 miliar untuk beasiswa S2 di Finlandia. Anggaran itu untuk menunjang kebutuhan biaya studi S2 bagi 200 guru madrasah seluruh Indonesia.

Hal itu disampaikan Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Suyitno, pada Rapat Kerja Sertifikasi dan Beasiswa Guru Madrasah di Bogor, Senin (24/7). Menurutnya, pemberian beasiswa S2 bagi guru madrasah merupakan upaya Kemenag dalam peningkatan kompetensi guru madrasah.

Untuk anggaran 2017, lanjut Suyitno, alokasi anggaran yang ada akan diprioritaskan pada dua bidang mata pelajaran (mapel), yakni ilmu sosial dan ilmu agama. Untuk bidang mapel IPA tidak menjadi prioritas, kerena selama ini guru-guru IPA sudah banyak diberi beasiswa s2.

“Jadi sementara konsennya dua mapel tersebut. Akan tetapi ketika kuota tidak terpenuhi, tentu akan kita sesuaikan kebutuhannya,” uangkap Suyitno dilansir Kemenag.

Program beasiswa S2 bagi guru madrasah akan dimulai pada tahun 2017. Pendaftaran dan rekrutmennya segera dilaksanakan, kemudian dilanjutkan pembekalan dan pembinaan. Sedangkan pembelajarannya akan dilaksanakan tahun 2018,” ujar Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang inu.

Konsep atau sistem perkuliahan yang akan diberlakukan, kata Suyitno, adalah tiga semester kuliah di dalam negeri dengan standar Finlandia University. Kemudia satu semester terakhir akan dilaksanakan di Finlandia University khusus penulisan tugas akhir (tesis).

Kelebihan dari beasiswa tahun ini, lamjut dia, adanya skema penguatan inovasi pembelajaran. Program ini akan dijadikan sebagai  piloting Guru Master.

“Guru Master adalah program pembibitan guru yang nantinya akan disebar ke madrasah-madrasah yang kita anggap masih ketinggalan yang berada di wilayah 3T (terdepan, tertinggal dan terluar) dalam meningkatkan mutu pendidikan,” pungkasnya. (Kemenag/Aas Arbi)