Kemendag Pastikan Pasokan Kebutuhan Pokok Aman

Pemantauan bahan kebutuhan pokok di Sub-Divre Bulog Serang.

SERANG – Jelang Natal dan Tahun Baru, Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan pemantauan harga dan pasokan kebutuhan pokok di Kota Serang, Kamis (21/11).

Tim Kemendag melakukan pemantauan harga sembako di tiga lokasi. Yakni di Pasar Induk Rau Kota Serang, Gudang Bulog Sub-Divre Serang dan Gudang Alfamart di Legok, Kota Serang. Selanjutnya, tim melakukan koordinasi dengan Pemprov Banten di Pendopo Gubernur Banten.

Tim Kemendag tiba di Pasar Induk Rau Kota Serang sekira pukul 08.30 WIB. Didampingi Kepala Disperindag Provinsi Banten Babar Suharso dan Disperidaginkop dan UKM Kota Serang Yoyo Wicakyono mengecek langsung harga dan pasokan sembako ke sejumlah agen dan pedagang eceran.

Selanjutnya tim melanjutkan meninjau gudang Bulog Sub-Divre Serang di Legok Kota Serang. Selain gudang sembako, tim Kemendag juga melihat beberapa kebutuhan lain. Di antaranya daging, beras premium, minyak goreng, telur, dan gula.

Gudang Alfamart yang tidak jauh dari gudang Bulog juga ikut dipantau tim. Bersama tim manajemen Alfamart, tim Kemendag melihat langsung sembako yang didistribusikan untuk wilayah Kabupaten Serang, Kota Serang, Cilegon, Lebak dan Pandeglang.

Inspektur II Kemendag Etti Susilowaty mengatakan, hasil pantauan di pasar stabil dan stok ketersediaan cukup baik untuk semua komoditas. “Telur ada kenaikan tapi tidak signifikan, tapi yang lainnya stabil,” katanya usai meninjau tiga lokasi tersebut di Gudang Alfamart, Legok, Taktakan, Kota Serang, Kamis (21/11).

Kata dia, pantauan dilakukan sebelum melakukan koordinasi dengan daerah dalam rangka menyambut Natal dan tahun baru. “Dilihat tadi harga stabil, stok cukup dan distribusi lancar. Misalnya seperti beras, gula mencukupi untuk delapan bulan ke depan,” katanya.

Pantuan di tiga lokasi tersebut, ucap Etti, hanya pantauan awal. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk membentuk tim khusus membentuk Satgas Pangan untuk memantau harga secara khusus. “Nanti ada tim khusus penertiban pasar yang misalnya ada kenaikan harga tapi pasokan cukup, ada apa ini. Kalau ada kelangkaan dimana, padahal dari Bulog, produsen aman, kita harus telusuri di lapangan,” katanya.

Tim dibentuk gabungan dari Kemendag, Disperindag Pempro Banten, pemkab/pemkot, tim Bulog dan Satgas Pangan. “Kita satu tim gabungan dan beberapa simpul-simpul harus kita ketahui mungkin ada kelangkaan, di sini harganya jual stabil tapi di tingkat konsumen tinggi itu kenapa, itu kita butuh action lanjutan,” ujarnya. (Ken Supriyono)