Pjs Bupati Lebak Ino S Rawita memaparkan beberapa program untuk menunjang Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA).

LEBAK – Kementerian Dalam Negeri menyosialisasikan Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA) di Aula Multatuli Setda Lebak, Senin (19/2), dengan narasumber Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Zudan Arif Fakrulloh.

Arif Fakrullah mengatakan, perlunya inovasi yang harus dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Banten, guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat akan pentingnya administrasi kependudukan.

“Di GISA ini konsepnya adalah kita membangun Indonesia sadar Adminduk (administrasi kependudukan-red) melalui keluarga. Jadi setiap keluarga yang mempunyai bayi yang baru lahir mendapat akta dan yang 17 tahun dapat KTP, yang menikah punya akta nikah atau buku nikah, dan yang meninggal dibuatkan akta kematian. Jadi ini merupakan gerakan nasional,” kata Zudan saat memberikan sambutan.

Pada acara itu kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil se-Provinsi Banten yang hadir mengajukan masing-masing kebutuhan blanko KTP kepada Dirjen Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrullah.

Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA) adalah sebuah gerakan untuk membangun ekosistem pemerintahan yang sadar akan pentingnya administrasi kependudukan.
Kesadaran tersebut ditunjukkan dengan 4 hal, yakni kesadaran akan pentingnya dokumen kependudukan, pentingnya pemanfaatan data kependudukan, pentingnya pemutakhiran data kependudukan, dan pentingnya pelayanan administrasi kependudukan yang membahagiakan rakyat.

Pjs Bupati Lebak Ino S Rawita memaparkan beberapa program untuk menunjang Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA). Saat ini jumlah penduduk Lebak 1.225.917 jiwa, yang terdiri atas 631.399 laki-laki dan 594.518 perempuan. Dengan luas wilayah 3.305,07 Km2, Lebak termasuk dalam kabupaten yang memiliki jumlah penduduk sangat padat.

“Kepemilikan Kartu Keluarga (KK) di semester II mencapai 90 persen, KTP di akhir bulan Desember 2017 mencapai 94 persen. Kita terus berupaya dalam melakukan perekaman ke sejumlah daerah di wilayah Lebak,” katanya.

Ino menjelaskan, program-program yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Lebak pada 2017 antara lain telah mengadakan perekaman ke sekolah-sekolah SMA di beberapa kecamatan, pelayanan perekaman keliling dan lainnya. Sementara pada 2018 akan melaksanakan beberapa program kegiatan, salah satunya mengadakan pelayanan keliling ke desa-desa.

“Semoga beberapa program tersebut dapat menunjang Gerakan Indonesia Sadar Adminduk, sehingga masyarakat dapat tahu bagaimana pentingnya melengkapi administrasi kependudukannya,” jelasnya. (Omat/twokhe@gmail.com)