Kemendikbud Kucurkan Bantuan Rp 9,4 Miliar Untuk SD di Kabupaten Serang

0
1.032 views

SERANG – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendibud) mengucurkan bantuan sebesar Rp 9,4 miliar untuk 33 Sekolah Dasar Negeri (SDN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang.

Bantuan tersebut diperuntukan untuk kegiatan rehabilitasi dan renovasi bangunan sekolah. Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi mengatakan, bantuan tersebut hanya berisipat stimulus. Artinya bantuan ini hanya diprioritaskan terhadap daerah yang memiliki keinginan serius memperbaiki sekolah-sekolah di wilayahnya.

“Karena pendidikan ini sudah di otonomikan, jadi tanggungg jawab utamanya adalah pemerintah daerah. Kami dari pusat sipatnya hanya sebagai stimulus, perangsang, kami akan mensuport daerah-daerah yang punya keinginan serius, punya semangat yang tinggi untuk memperbaiki sekolah-sekolah di wilayahnya, tentu itu akan menjadi prioritas kami,” ujar Didik melalui keterangan resmi yang diterima Radar Banten Online, Rabu (22/6).

Untuk pengerjaan kegiatan rehabilitasi dan renovasi bangunan sekolah sendiri menurut Didik dilakukan secara swakelola. Namun Didik berharap dengan swakolola ini kualitas bangunan sekolah akan lebih bagus.

“Kepala para kepala sekolah tentu ingin dikenang sebagai kepala sekolah yang baik, ingin dikenang sebagai kepala sekolah yang punya warisan. Oleh karena itu harapan kami dengan pola swakelola seperti ini menjadi tanggung jawab sekolah, tanggung jawab masyarakat, dalam rangka mencapai hasil yang optimal,” katanya.

Dengan kualitas bangunan yang lebih baik, lanjut Didik pada saatnya nanti prestasi semua anak – anak menjadi lebih baik. “Tapi nanti bakal ada pengawasan dari teman-teman SMK‎ Bangunan yang sudah kita latih. Disamping pengawasan dari kami, ten kami juga minta bantuan dari Pemda untuk sama-sam mengawasi, supaya bangunan yang kita lakukan ini berjalan dengan baik,” tuturnya.

Bupati Serang Tatu Chasanah menilai bantuan yang diberikan oleh‎ Kemendibud senilai Rp 9,4 miliar untuk 33 SDN ini sangat cukup besar. Namun agar tidak ada permasalahan dalam pelaksanaan pembangunan yang dilakukan secara swakelola, pihaknya pun akan memonitor langsung.

“Seperti yang pak Sekjen harapkan‎ bahwa pembangunan swakelola diharapkan bangunan yang lebih baik, karena dalam  swakelola tidak ada keuntungan yang diambil, berarti semuanya total untuk fisik,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data yang dimilikinya dari 525 ruang kelas rusak, yang masuk skala prioritas salah satunya adalah sekolah yang terkena bencana alam.‎”Kecamatannya merata, dilihatnya dari tingkat kerusakannya yang paling berat, karena khawatir amburk,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Asep Nugrahajaya menambahkan, anggaran yang diterima dari Kemendikbud tersebut antara lain diperuntukan untuk rehabilitasi 24 ruang sekolah, satu renovasi sekolah, 5 perpustakaan sekolah, dua sekolah untuk kantin sehat dan satu untuk sanitasi. Dipilihanya 33 Sekolah tersebut berdasarkan data dari Dapodik.

“Yang menentukan itu dari pusat, karena sebetulnya sekolah yang sudah di verifikasi itu ada 86, kita tidak menentukan. Jadi mereka melihat datanya dari Dapodik, tim dari pusat itu langsung datang ke sekolah melihat, kita tidak bisa menitipkan, kita‎ tidak bisa memesan, mereka langsung memoto, nah dari foto-foto mereka itu langsung di konversi ke anggaran yang diperlukan,” ujarnya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)