Kemensos Buka Pelayanan untuk Warga Miskin di Pandeglang

PANDEGLANG – Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial (Dayasos) membuka dan membentuk tim Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) untuk melayani warga miskin di Kabupaten Pandeglang.

Pelayanan di tingkat desa dilakukan melalui Pusat Kesehatan Sosial (Puskesos). Kantornya baru dibentuk di Desa Cikoneng, Kecamatan Mandalawangi, dan Desa Kadugadung, Kecamatan Cipeucang.

Tugas para tim meliputi identifikasi keluhan, rujukan, penanganan keluhan, pencatatan kepesertaan, kebutuhan program sosial, pemutakhiran data kesejahteraan sosial, integrasi informasi program, data dan layanan khusus warga miskin.

“Kurang lebih sebanyak 20 kabupaten kota di 12 provinsi se-Indonesia dijadikan SLRT. Dari 20 kabupaten kota ini, salah satunya Pandeglang untuk wilayah Provinsi Banten,”  kata Inspektur Bidang Perlindungan Sosial (Linjamsos) Dayasos Kemensos, Afrizon Tanjung pada pembukaan Bimbingan Teknis (Bintek) SLRT dan Puskesos di aula S’rizki Pandeglang, Rabu (16/10).

Hadir Bupati Irna Narulita, Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang Indah Dinarsiani, para camat dan tim SLRT dan Puskesos.

Afrizon meyakinkan, tim SLRT dan Puskesos di dua desa itu dengan operasional yang dibiayai pemerintah pusat itu dapat memudahkan warga miskin di Kabupaten Pandeglang. Khususnya untuk mengakses data dan program sosial.

“Back official atau tim ini dari Dinkes (Dinas Kesehatan), Dindikbud (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) dan dari Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil). Dengan ini, masyarakat akan lebih mudah mengakses perogram sosial tidak perlu datang ke OPD,” katanya.

Selain itu, kata Afrizon, adanya SLRT ini dapat memudahkan Bupati dalam melakukan pengecekan kebutuhan warga miskin. “Kedua Bupati juga mudah mengetahui apa kebutuhan masyarakat miskin di Pandeglang,” katanya.

Bupati Irna Narulita, merespons baik kegiatan tersebut. Oleh karena sebelumnya, kata dia, Pemkab juga berencana akan menggagas adanya tim penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Pandeglang. “Maka dengan adanya kegiatan ini sangat membantu kami dalam melakukan pendataan warga miskin secara lebih akurat,” katanya.

Irna mengakui, data warga miskin di Kabupaten Pandeglang masih belum akurat, akibat teknis pendataan yang masih manual. “Data kemiskinan di kita ini belum benar-benar akurat. Akibat pendataan yang manual. Mudah-mudahan dengan adanya SLRT ini dapat membantu pendataan warga miskin lebih akurat. Sehingga ke depan tidak akan ada lagi penyerahan bantuan tidak tepat sasaran,” katanya.

Irna berjanji, akan membentuk Puskesos di semua desa yang diawali dengan pembuatan Peraturan Bupati (Perbub). “Nanti kita pikirkan anggarannya dari mana,” katanya. (her/zis)