Kemungkinan Besar 1 Syawal Jatuh pada Minggu Besok

0
858 views

JAKARTA – Lembaga Penerangan dan Antariksa Nasional (Lapan) memprediksi 1 Ramadan dan 1 Syawal akan kompak. Sehingga Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah akan merayakan Lebaran di hari yang sama.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Marsudi Syuhud mengaku senang apabila NU dan Muhammadiyah bisa melakukan Idul Fitri bersamaan. “‎Iya ahamulillah lagi sama 1 Ramadan dan 1 Syawal, sehingga lebih kesamannnya muncul,” ujar Marsudi, Sabtu (24/6), sebagaimana dilansir JawaPos.com.

Kesamaan 1 Ramadan dan 1 Syawal itu karena penghitungan yang dilakukan NU dengan Muhammadiyah kebetulan sama. Sehingga bisa berbarengan dalam merayakan hari raya. ‎”Jadi memang betulan hasil penghitungan NU dan Muhammadiyah sama, jadi kebetulan saja sama,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin mengaku bahwa rata-rata tinggi hilal atau bulan muda saat dirukyat nanti sudah di atas 2 derajat. “Berkisar di 3 daerajat,” jelasnya. Dengan begitu, memang benar sangat mungkin 1 Syawal jatuh pada Minggu besok.

Lebih lanjut, Thomas mengungkapkan, tahun ini penetapan 1 Ramadan dan 1 Syawal kompak. Kondisi itu bakal terjadi terus hingga 2021. Untuk selanjutnya, hingga 2021, setiap kali dirukyat, tinggi hilal jika tidak negatif (minus), ya lebih dari 2 darajat.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah memastikan Hari Raya Idul Fitri jatuh pada Minggu 25 Juni besok. Keputusan itu sudah ditetapkan sejak awal seperti yang sebelumnya dilakukan.

“Kami sudah mantapkan sejak lama di awal tahun. Kami sudah putuskan,” tegas Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, Sabtu (24/6).

Saat ditanya kemungkinan kompak melaksanakan salat Idul Fitri dengan Nahdatul Ulama (NU), menurutnya hal itu masih menunggu sidang isbat. Bagi PP Muhammadiyah, jika posisi hilal sudah tinggi maka otomatis Lebaran akan sama.

“Yang lain masih menunggu sidang isbat, tapi jika hilal sudah tinggi ya pasti sama (Lebaran),” jelas Abdul Mu’ti.

Sementara itu Kementerian Agama (Kemenag) meminta masyarakat untuk bersabar sambil menunggu keputusan resmi pemerintah. Sesuai jadwal, Kemenag menggelar sidang isbat penetapan 1 Syawal hari Sabtu ini (24/6).
(Cr1/cr2/JPG)