Kena Pajak, Harga Kendaraan LCGC Naik

0
1.171 views

SERANG – Kendaraan low cost green car (LCGC) bakal dikenakan pajak atas barang mewah (PPnBM) yang sebelumnya 0 persen menjadi 3 persen. Kenaikan pajak ini akan berimbas pada nilai penjualan kendaraan tersebut.

Beberapa kendaraan ramah lingkungan yang ada di Indonesia antara lain Honda Brio Satya, Toyota Calya dan Agya, Daihatsu Sigra dan Ayla, Suzuki Karimun.

Sales Manager Honda Arta Cikupa Dikdik Indra mengatakan, rencana perubahan tarif pajak ini akan memberikan pengaruh pada harga kendaraan. Ini tentu akan semakin memberatkan para calon konsumen yang ingin memiliki kendaraan.

Pada awal tahun ini, Pemprov Banten menaikkan tarif pajak BBN dan BBN KB yang cukup besar. Pemprov DKI juga menaikkan tarif pajak yang sama sekitar 12,5 persen.

“Tentu ini akan semakin memberatkan konsumen,” kata bapak tiga anak ini.

Ia mengungkapkan, dengan kenaikan pajak di DKI secara otomatis harga on the road mengalami perubahan. Misalnya Brio Satya E CVT sebelum kenaikan OTR Jakarta Rp163,6 juta dan OTR Tangerang Rp166,8 juta.

“Saat ini, OTR dari kendaraan tersebut mencapai Rp171 juta dan ini belum nanti ditambah dengan PPnBM,” katanya.

Ia mengungkapkan, harga OTR yang baru saja memberikan pengaruh negatif pada penjualan. “Sebagai perbandingan yang sebelumnya SPK bisa mencapai 40 unit sekarang hanya 30 unit. Ini belum ditambah dengan kenaikan yang baru,” katanya.

Kepala Astra International Serang Pattono Priyatmadi mengatakan, rencana adanya tarif kendaraan LCGC ini sempat disinggung oleh manajemen beberapa waktu lalu. Ini tentu akan kenaikan harga kendaraan. Namun, masih dalam tahap pembahasan dulu dan belum bisa dipastikan kapan dan berapa nilai yang akan dipasarkan. “Nanti disesuaikan dengan market,” katanya.

Menurutnya, saat ini, kendaraan LCGC masih merupakan volume market penjualan di Daihatsu. Pada Agustus 2019, penjualan Sigra mencapai 38 persen dan Ayla 19 persen. Dari dua produk tersebut menyumbang sekitar 60 persen untuk penjualan Daihatsu.

“Penjualan pasti akan terdampak, tapi kalau market lagi turun seperti ini biasanya kenaikan akan dilakukan bertahap. Mudah-mudahan tidak terlalu berpengaruh,” katanya.

Kepala Restu Mahkota Karya Cabang Cilegon Tubagus Maarif mengatakan, rencana tarif pajak tersebut akan memberikan pengaruh kepada harga produk yang akan dibebankan kepada konsumen. Ini juga secara otomatis akan memberikan pengaruh penjualan produk.

“Mungkin konsumen akan memilih kendaraan bekas dibandingkan membeli produk yang baru,” katanya. (Susi K)