SERANG – Peristiwa terbakarnya dua kendaraan milik peziarah membuat pihak kenadziran bereaksi atas ketidakpedulian pemerintah daerah, khususnya Pemkot Serang. Pihak kenadziran Banten Lama menilai pemerintah hanya peduli dengan retribusi parkir saja tanpa memberikan fasilitas parkir yang aman dan nyaman untuk para peziarah.

Kenadziran Banten Lama Tb Ismetullah Abas menilai pemerintah daerah tidak peduli dengan aset wisata ziarah Banten Lama yang telah menyumbangkan banyak untuk pendapatan asli daerah (PAD) Kota Serang. “Dari retribusi parkir saja berapa? Seperti malam tadi, itu peziarah dari mana-mana datang, jumlahnya bukan lagi ratusan tapi ribuan orang dari sejak pagi ke pagi lagi,” terang Ismet kepada radarbanten.com, saat ditemui di kediamannya, Banten Lama, Kota Serang, Jumat
(6/2/2015).

Ismet mengimbau agar pemerintah daerah tidak hanya memberikan perhatian kepada tempat wisata. “Jangan cuma perhatiannya tertuju pada tempat wisata seperti Anyer, Carita dan sebagainya. Coba saja cek PAD dari sektor wisata dan dari tempat ziarah. Akan lebih besar wisata ziarah,” katanya.

Padahal lanjut Ismet, tempat wisata hanya didatangi pengunjung ketika liburan saja. Sementara tempat ziarah selalu dikunjungi orang tiap hari. “Contoh kecil misalnya Anyer itu didatangi orang ketika liburan saja. Tapi kalau di sini mah mau angin besar tah, di Caringin itu, orang pada datang karena panggilannya panggilan spiritual. Panggilan kemuliaan, sangat wajar kalau pemerintah memperhatikan ini,” ujarnya.

Walau tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran mobil semalam, Ismet berharap pemerintah daerah memberikan fasilitas parkir khusus kendaraan dengan nyaman. “Pengamanan untuk parkir aman dan kebakaran tidak ada safety seperti itu di sini. Nggak punya lah. Saya berharap kejadian semalam, di tempat arael parkir di satu titik. Kemudian relokasi pedagang, membuat destinasi paving blok, untuk parkir,” harapnya. (Wahyudin)