Kepala BNPB Tinjau Lokasi Bencana: Pemulihan Harus Dipercepat

SERANG – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei meninjau lokasi bencana longsor di Desa Cikedung, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Rabu (27/7). Pada kunjungannya, Willem memberikan bantuan Rp250 juta untuk mendukung operasionalisasi posko penanggulangan bencana. Willem juga menjanjikan percepatan pemulihan bencana di Kabupaten Serang dan Pandeglang sesuai instruksi Presiden Joko Widodo.

Setibanya di Serang sekira pukul 12.30 WIB, terlebih dahulu Willem mengunjungi Pendopo Bupati Serang. Di Pendopo, Willem disambut Wakil Bupati Pandji Tirtayasa bersama para kepala BPBD dari provinsi dan kabupaten kota. Setelah sekira setengah jam berkonsultasi, Willem pun bersama bupati dan jajaran BPBD langsung meninggalkan pendopo menuju lokasi bencana. Willem berlabuh ke Desa Cikedung, Kecamatan Mancak, untuk meninjau korban bencana longsor. Namun, rombongan hanya meninjau sampai lokasi posko bencana karena lokasi rumah yang terkena longsor sulit ditempuh akibat jalanan terjal dan licin setelah pada Selasa (26/7) malam sempat diguyur hujan. Di posko, Willem sempat berbincang-bincang dengan petugas posko dan unsur pimpinan kecamatan.

Willem menyatakan, yang dibutuhkan Pemkab saat ini terkait masalah anggaran, selain bantuan peralatan dan pendampingan dalam bidang tenaga ahli dan personel. Kata Willem, pihaknya sudah menurunkan tim reaksi cepat (TRC) pada Senin (25/7) siang ke lapangan tak lama setelah bencana datang untuk melakukan asesmen dan bantuan. Ia pun mengapresiasi dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemkab yang telah melakukan upaya tanggap darurat dengan baik. Menurutnya, upaya Pemkab melakukan penyelamatan terhadap korban sudah baik. “Kami datang kemari ingin melihat langsung untuk memastikan bahwa penanganan dilakukan dengan baik dan benar, serta memberikan bantuan,” katanya.

Namun, berdasarkan laporan yang diterimanya, semua pengungsi di Kabupaten Serang sudah ditempatkan di tempat layak, selain dukungan makanan dan obat-obatan yang dinilai cukup baik. Willem pun meminta, Pemkab melakukan damage and lost asesmen atau mengakses jumlah kerugian dari kerusakan yang diakibatkan bencana agar pemulihan bisa dilakukan dengan cepat. “Perintah Presiden secara khusus untuk di Kabupaten Serang dan Pandeglang bahwa pengungsi tidak boleh terlalu lama tinggal di pengungsian. Presiden sangat konsen dan memerintahkan langsung supaya pemulihan bencana ini segera dilakukan,” tegasnya.

Willem pun memberikan bantuan secara simbolis sebesar Rp250 juta kepada Wakil Bupati untuk mendukung operasionalisasi posko bencana. Baik itu untuk pembelian bahan bakar, sewa peralatan, dan lain sebagainya sambil melakukan penghitungan biaya yang dibutuhkan untuk upaya pemulihan. “Pemulihan itu berupa rekonstruksi atau pemulihan infrastruktur, serta membangun kembali rumah-rumah yang rusak dan lain sebagainya,” jelasnya.

Seperti diketahui, di Kabupaten Serang berdasarkan laporan dari Sekretaris BPBD Kabupaten Serang Deni Firdaus, korban banjir meliputi 2.310 rumah terendam, 202 rumah rusak berat, 50 rumah rata dengan tanah, 604 hektare sawah rusak, dua jembatan putus, bendungan jebol, serta kendaraan yang hilang sebanyak tiga unit. “Tenda pengungsian dan dapur umum, serta posko kesehatan sudah kita siapkan di Desa Sindangmandi dan Desa Cikedung, Mancak. Permakanan terus kita kirim,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pandji Tirtayasa menegaskan, pasca bencana harus menjadi perhatian dan memerlukan penanganan serius. Terutama perbaikan fasos fasum dan infrastruktur, serta sosial ekonomi sehingga situasi kembali normal. Pandji pun mengaku, pihaknya sudah menyiapkan posko pelayanan kesehatan dan dapur umum di beberapa titik dekat lokasi bencana. “Dengan begitu, masyarakat yang menjadi korban tidak terlalu jauh ketika mau mengambil logistik,” terangnya.

Pandji pun sudah menginstruksikan dinas terkait agar segera mengidentifikasi kerusakan-kerusakan akibat bencana banjir dan longsor. Seperti kerusakan pada persawahan, sarana ibadah, sarana pendidikan, infrastruktur, serta rumah warga yang rusak berat termasuk rumah yang rata dengan tanah. “Kita akan inventarisasi. Saya wajibkan, semua SKPD terkait konsentrasi ke sana selama satu sampai dua pekan ke depan untuk mengembalikan situasi dan kondisi kembali normal,” tegasnya.

Dengan pernyataan Bupati yang sudah menetapkan bahwa Kabupaten Serang dalam kondisi darurat bencana, lanjutnya, akan memudahkan lagi untuk pengalokasian pembiayaan untuk rekonstruksi ulang sehingga keadaan seperti semula karena mendapatkan bantuan pembiayaan, baik dari pemerintah provinsi maupun pusat. “Semua satuan kerja kita pusatkan melayani kebutuhan korban. Untuk dana tidak terduga (TT), kita tersedia Rp3 miliar, termasuk dana-dana yang ada di SKPD akan dialokasikan untuk mengembalikan kondisi Anyar, Cinangka, dan Mancak kembali seperti semula,” pungkasnya.

Terpisah, di Kecamatan Cinangka sekira pukul 09.00 WIB terjadi aksi demo warga dengan memblokir jalan dan menyandera kendaraan milik BPBD lantaran kesal atas penyempitan sungai di Pantai Pasir Putih milik salah satu pengelola pantai yang diduga sebagai penyebab banjir. Kondisi itu, membuat arus lalu lintas dari kedua arah macet. Warga sengaja mengadang kendaraan BPBD dan meminta Pemkab bertindak tegas. Selain itu, warga juga menuntut didatangkan eksavator untuk mengeruk lumpur dan urukan aliran sungai pada muara pantai. Karena, sejak kejadian bencana, diakui warga, belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah. Demonstran baru mau membuka jalan sekira pukul 10.15 WIB setelah dijanjikan akan didatangkan alat berat oleh Kapolres Cilegon dan Kepala Desa Kamasan. “Betul, warga demo karena merasa dirugikan. Tapi, sekarang sudah dihentikan karena alat-alat berat untuk mengeruk lumpur sudah didatangkan,” kata warga Cinangka, Fauzi. (Irfan M-Nizar/Radar Banten)