Kepala Daerah Siap Divaksin

0
1.540 views
Petugas memasukan box vaksin kedalam mobil untuk didistribusikan. Kota Tangsel dan Kota Serang mendapatkan jadwal Pendistribusian vaksin Covid-19 pada pertama pendistribusian tersebut.

WH Tak Divaksin Karena Usia, Andika Sempat Reaktif

SERANG – Hari ini, seluruh kepala daerah se-Banten akan divaksin Covid-19 Sinovac di gedung Pendopo Bupati Tangerang, Kabupaten Tangerang. Namun, pada vaksinasi pertama di Banten ini, Gubernur Banten Wahidin Halim tidak ikut divaksin lantaran usianya akan beranjak 67 tahun pada Agustus nanti. Sementara, vaksin Sinovac hanya diperuntukkan bagi usia 18 tahun sampai 59 tahun. Selain Gubernur, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy juga tidak akan divaksin hari ini lantaran sebelum akhir tahun lalu, Andika terpapar Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti mengatakan, Gubernur rencananya akan divaksin dengan Pfizer-BioNTech. “Tapi belum ada. Menunggu tahapan,” ujar Ati di Gedung Negara, Kota Serang, Rabu (13/1).

Ati mengaku pihaknya telah melakukan persiapan vaksinasi pertama di Banten. Meskipun tak divaksin, tetapi Gubernur direncanakan akan hadir pada kegiatan hari ini. Saat ditanya siapa yang akan divaksin pertama, Ati enggan menjawab. “Entar lihat saja di sana. Enggak surprise lagi dong namanya,” tutur mantan Direktur RSUD Kota Tangerang ini.

Kepala daerah yang divaksin hari ini yakni Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Walikota Tangerang Arief R Wismansyah, Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Bupati Pandeglang Irna Narulita, Walikota Serang Syafrudin, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, dan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya.

Selain kepala daerah se-Banten, akan hadir juga Forkompimda Provinsi Banten yang juga akan divaksinasi, yakni Kapolda Banten Irjen Pol Rudi Heriyanto Adi Nugroho, Danrem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Gumuruh Winardjatmiko, Ketua DPRD Provinsi Banten Andra Soni, serta Kepala Kejati Banten Asep N Mulyana. Selain itu, berdasarkan data yang dihimpun Radar Banten, Sekda Banten Al Muktabar bersama Ati juga akan divaksin hari ini.

Ati menerangkan, pihaknya telah menyiapkan tim vaksinator untuk proses vaksinasi. Nanti ada empat meja yang disiapkan. Meja pertama untuk petugas pendaftaran. Kemudian, meja dua screening yang dilakukan oleh dokter spesialis. “Di situ ada tensi penyakit tidak menular seperti kolestrol, gula darah, dan lainnya,” terangnya.

Berikutnya, meja ketiga adalah meja vaksinasi. Terakhir, meja keempat meja untuk memantau selama 30 menit apakah ada reaksi setelah vaksinasi. “Dan didampingi tim Komda KIPI (Komite Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi-red) yang berisikan dokter spesialis. Apakah terjadi KIPI atau tidak,” tuturnya.

Seperti diketahui, pada tahap pertama termin satu, jumlah vaksin yang diterima Banten yakni 14.560. Di termin ini, ada dua kota yang menerima yakni Kota Serang 3.380 vaksin dan Kota Tangerang Selatan sebanyak 8.920 vaksin. Sedangkan enam kabupaten/kota lain akan diberikan vaksin tahap pertama termin kedua yang rencananya akan dikirimkan pemerintah pusat pada akhir Januari nanti. “Dan kita sudah bisa melaksanakan di enam kabupaten/kota lainnya awal Februari,” ujar Ati.

Ia mengakui, jumlah vaksin untuk Kota Serang dan Kota Tangsel hanya 12.300 vaksin. Sisa vaksin yang dikirimkan pemerintah pusat di termin kesatu ini sebanyak 2.260 vaksin akan menjadi stok di gudang farmasi. Stok vaksin itu sesuai arahan Kementerian Kesehatan yang tetap diperuntukan bagi tenaga kesehatan yang belum terdaftar.

Terpisah, Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, vaksinasi hari ini sudah dipersiapkan. Ia akan hadir namun karena usia yang sudah lebih dari 60 tahun ia tidak jadi orang yang divaksinasi. “Sudah sesuai dengan standar vaksin dan siap, Gubernur hadir, tapi ketentuannya enggak boleh Sinovac, besok launching saja,” ujarnya.

Ia berharap, seluruh masyarakat umum mau divaksin. Baginya tidak ada alasan bagi masyarakat menolak vaksinasi Covid-19. “Dulu saya divaksin cacar. Teman-teman saya tidak mau divaksin akhirnya kena cacar,” terang pria yang akrab disapa WH ini sembari mencontohkan.

Kata dia, pemberian sanksi bagi masyarakat yang menolak vaksinasi adalah upaya terakhir. “Dikenakan hukum. Lagipula kenapa menolak,” tandasnya.

WH mengatakan, selain para kepala daerah, aparatur sipil negara juga akan divaksinasi. Tetapi hal itu akan dilakukan pada tahap berikutnya.

Terpisah, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengutarakan alasannya tidak divaksinasi Covid-19. Orang nomor dua di Provinsi Banten tersebut mengaku pernah terpapar Covid-19 pada akhir tahun lalu.

“Memang Aa (Andika menyebut dirinya-red) pernah dinyatakan reaktif, dari hasil tes. Sebelum tahun barulah, seminggu sebelumnya. Makanya, tidak boleh dulu divaksin,” ujar Wagub kepada wartawan melalui sambungan telepon genggam, kemarin.

Saat mengetahui terpapar, Andika melakukan isolasi mandiri di kediamannya. Saat itu, Andika mengaku beristirahat dan mengonsumsi asupan yang bisa meningkatkan imunitas tubuhnya. Namun, isolasi mandiri yang dilakukan tidak sampai 14 hari. “Seminggu Aa di rumah isolasi mandiri. Setelah agak sehat dan fit, dites lagi dan hasilnya Alhamdulillah negatif. Karena ini menyangkut medis, makanya Aa tidak sampaikan ke siapa-siapa. Nah begitu mau divaksin, kata tim medis tidak boleh dulu,” ungkapnya.

HARUS REGISTRASI

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, 8.901 vaksin suda diambil dari Dinas Provinsi Banten dan disimpan di lemari pendingin Dinas Kesehatan dan kita jaga suhunya. “Nantinya vaksin akan tersebar di 67 fasilitas kesehatan, 29 Puskesmas, 23 Rumah Sakit (RS) swasta dan satu RS Umum Daerah ditambah 14 klinik,” ujarnya kepada wartawan.

Untuk itu, peserta vaksin Covid-19 sebelum mendapatkan vaksin, lebih dulu menerima pesan singkat yang akan menentukan lokasi dan pukul berapa bisa datang. “Jadi nanti mulai 15 Januari ada SMS blast, contoh saya dikasih tahu soal vaksin, setelah itu registrasi ulang, setelah itu menentukan titik di mana dan yang lainnya,” tambahnya.

Airin menjelaskan, setelah ketahuan, berapa misalnya yang memilih di Jurang Mangu, maka Dinas Kesehatan otomatis akan mengdrop untuk vaksinnya. “Nanti dikirim kapan peserta yang akan divaksin datang, jam berapa, bagian keberapa, untuk mengurai tidak boleh ada kerumunan,” jelasnya.

KOTA SERANG PEKAN DEPAN

Terpisah, Walikota Serang Syafrudin menyatakan kesiapannya mengikuti pelaksanaan vaksin Sinovac bersama dengan dengan Kepala Daerah se-provinsi Banten yang akan dilaksanakan Kota Tangerang hari ini. “Besok di Tangerang, semua kepala daerah. Bareng Sekda provinsi,” ujar Syafrudin, kepada wartawan, Rabu (13/1).

Syafrudin mengatakan, selain kepala daerah, proses vaksinasi vaksin Covid-19 juga akan diberikan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang. “Dinkes. Sekda kota belum, nanti divaksin di sini (Kota Serang-red). Jadi Walikota dulu,” katanya.

Dikatakan Syafrudin pelaksanaan vaksinasi bagi tenaga kesehatan di lingkup Pemkot Serang bakal dilakukan pada pekan depan, tepatnya mulai Senin 18 Januari 2020. Syafrudin mengatakan, penyaluran vaksin ke seluruh tempat fasilitas kesehtan mulai dari puskesmas, rumah sakit, dan klinik. “Nanti setelah itu, hari Senin,” terangnya.

Syafrudin bukan kali pertama menyatakan kesediannya divaksin Sinovac. Dalam beberapa kesempatan, Ia mengaku berkewajiban menyukseskan program vaksinasi sebagai menekan penyebaran wabah Covid-19. “Saya siap jadi orang pertama divaksin untuk di Kota Serang,” katanya.

Dikatakan Syafrudin, kesiapan dirinya untuk menjalani vaksin bentuk komitmen untuk bersama menekan penyebaran wabah Covid-19. Tiap hari tak kurang dari lima sampai 10 orang terpapar Covid-19. “Kalau divakasin itu sekaligus sosialisasi. Jangan sampai nanti setelah vaksin dinyatakan bagus untuk digunakan maka tidak ada penolakan,” terangnya. (nna-fdr/rbnn/air)