CILEGON – Terkait kekerasan yang dilakukan oknum guru agama berinisial M, terhadap pelajar, MF (9) di salah satu sekolah negeri di Kota Cilegon, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon Muhtar Gojali mengungkapkan pihaknya telah melakukan investigasi dengan memintai keterangan langsung dari oknum guru dan pihak sekolah. “Kita sudah melakukan pengecekan kepada guru, pihak sekolah dan wali murid. Kita sudah menanyakan langsung ke guru dan orang tua murid, prinsipnya kami menyesalkan adanya insiden pencubitan itu,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Jumat (27/2/2015).

Kata Muhtar, atas adanya inisiden itu kedua belah pihak, yakni guru dan orang tua MF telah melakukan musyawarah untuk menuntaskan persoalan itu. “Keduanya sudah menempuh kesepakatan, termasuk tidak ingin melanjutkan kasus ini lagi ke ranah hukum di Polres Cilegon, jadi laporannya akan dicabut,” terangnya.

Guna mengantisipasi adanya kejadian serupa, lanjut Muhtar, pihaknya juga sudah memberikan teguran keras kepada oknum guru yang berstatus sebagai PNS itu. “Sebagai sanksinya, kita berikan teguran keras dan juga melakukan pembinaan terhadap guru itu. Kepada guru sekolah lainnya, kita meminta agar mengedepankan pendekatan psikologis kepada murid, dan tidak perlu lagi ada kekerasan di sekolah. Karena sudah bukan zamannya lagi,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, merasa persoalan itu disepelekan oleh pihak sekolah, Hasan Saidan, orang tua MF melaporkan tindak kekerasan yang dialami anaknya itu ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Cilegon. (Devi Krisna)