Kepala DPMD Kabupaten Serang: Pilkades Tak Bisa Diulang

SERANG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang memastikan tidak akan ada pemungutan suara ulang pada pilkades. Jika ada persoalan, ia menyarankan untuk membawanya ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Kepala DPMD Kabupaten Serang Rudi Suhartanto mengatakan, petunjuk pemungutan suara ulang tidak ada di peraturan daerah (perda) dan peraturan bupati (perbup). Dalam aturan tersebut, proses sengketa pilkades diselesaikan di PTUN. “Kalau ada sengketa, silakan dibawa ke PTUN, kemudian PTUN berhak memutuskan,” katanya kepada Radar Banten di ruang kerjanya, Kamis (7/11).

Rudi mengatakan, PTUN berhak memutuskan perkara dalam pelaksanaan pilkades. Jika gugatan tersebut terbukti, PTUN akan membatalkan hasil pilkades. “Kemudian, PTUN akan memerintahkan kepada bupati untuk memberhentikan kepala desa yang sudah dilantik,” ujarnya.

Kemudian, kata dia, kepala desa yang diberhentikan itu akan digantikan oleh penjabat sementara (pjs) dari kalangan ASN di kecamatan. Pilkades di desa itu kemudian akan diselenggarakan kembali di Pilkades 2021 bersama desa lainnya. “Jadi, pilkades-nya mulai dari nol lagi, tidak bisa diulang di hari itu juga,” ucapnya.

Pernyataan Rudi itu sekaligus menegaskan terkait perselisihan pilkades di Desa Kramatwatu, Kecamatan Kramatwatu. Tim sukses dari salah satu calon menduga panitia pilkades tidak bekerja dengan baik sehingga merugikan calon kades yang mereka dukung.

Rudi mengatakan, persoalan tersebut sedang diselesaikan oleh panitia pilkades tingkat desa dan kecamatan. Pihaknya belum bisa memastikan apakah dugaan itu benar atau salah. “Sedang diklarifikasi dulu oleh desa dan pengawas kecamatan, bagaimana kronologi sebenarnya,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Panitia Pilkades Kramatwatu Aceng Rohandi diamankan ke Polres Serang Kota. Aceng diamankan lantaran kondisi Desa Kramatwatu tidak kondusif saat pemungutan suara. 

Kegaduhan pilkades di desanya bermula dari tudingan sejumlah masyarakat kepada Aceng. Dia dituduh main mata dengan Edi Suhadi calon kepala desa (kades) yang dinyatakan sebagai pemenang. Namun, tuduhan tersebut sempat dibantah oleh Aceng. Akan tetapi, situasi di Balai Desa Kramatwatu semakin riuh karena banyaknya masyarakat yang datang. (jek/zee/ira)