Pertemuan antara tiga komisi di DPRD Kota Cilegon dengan Inspektorat Kota Cilegon yang dibatalkan.

CILEGON – Rencana rapat dengar pendapat lintas komisi di DPRD Kota Cilegon dengan Inspektorat Kota Cilegon, Jumat (5/2/2016) siang batal. Tiga pimpinan komisi marah Kepala Inspektorat Cilegon Heri Mardiana tak hadir. Ia memilih kunjungan kerja ke Bali. Sebagai gantinya, Heri mengutus Sekretaris dan Inspektur Pembantu (Irban).

“Bagi kami, ini sebuah pelecehan lembaga. Jangan main-main dengan DPRD, lagian tidak ada istimewanya pula Inspektur. Sampaikan itu. Bagi kami semua SKPD itu sama,” tegas Hasbi Sidik, Ketua Komisi II DPRD Cilegon.

Ia menambahkan, undangan lintas komisi semula untuk mendengar penjelasan kinerja Inspektorat pada 2015. Kesal lantaran merasa dipandang sepele, Hasbi sebaliknya mempertanyakan urgensi dan korelasi keikutsertaan Kepala Inspektorat bersama Muspida ke Bali. “Kaitannya apa Inspektorat dengan muspida. Memangnya Inspektorat itu Muspida? Mereka juga adalah SKPD. Sama dengan SKPD lain,” katanya.

Ketua Komisi I DPRD Cilegon Abdul Ghoffar menyesalkan sikap Kepala Inspektorat. “Seharusnya ada koordinasi sebelumnya. Supaya kita juga mengetahui. Kenapa dia (Kepala Inspektorat) tidak hadir. Prinsipnya, mitra legislatif itu kan kepala daerah. ASN itu kan cuma penyelenggara. Jadi apapun kebijakan legislatif dan kepala daerah, ASN tinggal menjalankan,” katanya.
Lantaran Kepala Inspektorat tak hadir, pertemuan dijadwal ulang. “Kami dari tiga pimpinan komisi sepakat, lebih baik rapat ini ditunda saja. Kami akan susun lagi jadwal pertemuannya,” kata Ketua Komisi III DPRD Cilegon Udin Alimudin.

Di tempat yang sama, Sekretaris Inspektorat Cilegon Wilastri menjelaskan, keberangkatan atasannya ke Pulau Dewata itu merupakan atas perintah dari Sekretaris Daerah Kota Cilegon Abdul Hakim Lubis, seperti yang tertuang dalam surat bernomor 090/175/Pemerintahan, tentang tugas melaksanakan kunjungan kerja dalam kaitan penanganan konflik sosial dan fasilitasi koordinasi pemerintah daerah pasca-pilkada serentak. “(Kunjungan Kerja ke Bali) Ini memang kewajiban kita melaksanakan karena ada hubungannya dengan pengawasan. Kalau ada konflik dan aduan bagaimana?” katanya.

Keberangkatan Kepala Inspektorat itu, lanjut dia, sesuai dengan jadwal kunjungan kerja sejak Kamis (4/2/2016) hingga Sabtu (6/2/2016) besok. “Pesan dari lintas komisi itu yang pasti akan kami sampaikan kepada atasan,” ujarnya.(Devi Krisna)