Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Serang Klaim Pelayanannya Kembali Normal

0
968 views

SERANG – Beberapa waktu lalu, pelayanan yang berhubungan dengan keimigrasian seperti pembuatan paspor dan dokumen lainnya terganggu. Namun mulai saat ini, pelayanan di Kantor Imigrasi Kelas I Serang sudah kembali normal.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Serang, Timbul Pardede saat menyampaikan sambutan pada acara Coffee Morning di Kantor Imigrasi Kelas I Serang, Jumat (13/1). “Kita akui beberapa waktu lalu petugas-petugas yang bekerja di kantor kami kewalahan terkait pelayanan keimigrasian ini, seperti pembuatan paspor umroh dan paspor wisata dan dokumen lainnya. Hal itu disebabkan karena beberapa hal di antaranya karena masalah jaringan dan juga sistem kami belum maksimal bekerja dengan baik,” ujarnya.

Timbul menjelaskan, persoalan tersebut lantaran jaringan di kantor Imigrasi sedang bermasalah sehingga pelayanan pembuatan paspor lambat. Kemudian selain jaringan juga karena efek menjelang liburan dan tahun baru, banyak warga yang membuat dokumen paspor baru. “Saat itu jaringan lagi lemot (lambat), sementara permohonan yang lama belum selesai. Akibatnya di kantor terjadi antrean dan proses pembuatan dokumen keimigrasian terkesan lama,” ucapnya.

Namun, lanjut Timbul, pihaknya mengungkapkan banyaknya data yang masuk sehingga menyebabkan sistem aplikasinya lambat. “Karena sistem yang dibuat di kantor Imigrasi sejak 2008. Namun masyarakat jangan khawatir, sekarang sudah membaik dan mulai longgar lagi. Sementara soal jaringan, kami sedang memperbaiki jaringannya dengan Telkom agar ke depan jaringannya lebih bagus dan pelayanannya lebih baik lagi,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pada warga agar tidak memberikan data yang palsu saat membuat paspor dan dokumen apapun yang berkaitan dengan keimigrasian. “Saat mengisi formulir pembuatan paspor diharapkan warga memberikan data yang valid dan benar. Karena jika dibiarkan, hal tersebut menjadi kendala yang membuat pelayanan lainnya terganggu karena ada oknum yang memasukan data palsu,” ucapnya. (Ade F)