Kepala KSOP Banten Bantah Empat Petugasnya Lakukan Pungli

0
1.127 views
Pelabuhan Merak.

CILEGON – Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Banten Abdul Azis membantah adanya praktek pungutan liar (pungli) dilingkungan kerjanya. Ia juga menyangkal
jika ke empat pegawai KSOP Banten yang sebelumnya diamankan oleh petugas Polda Banten benar-benar melakukan pungli.

Menurut Abdul Azis saat dihubungi wartawan melalui telepon selular, Selasa (13/12) malam, dugaan pungli yang dilakukan ke empat orang pegawai KSOP Kelas 1 Banten tidak berdasar. Apalagi
saat ke empat pegawainya tersebut dibawa ke Polda Banten tidak ditemukan adanya barang bukti.

“Karena ada keluhan dari masyarakat kemudian didatangi oleh Polda. Jadi ini bukan OTT misalkan penerima dan pemberi ditangkap. Ini hanya pengawasan dan pengendalian (wasdal) saja,” katanya.

Diterangkan Azis, keempat orang yang diamankan oleh aparat kepolisian pada Jumat (9/12) lalu telah dilepaskan oleh jajaran Polda Banten karena tidak terbukti melakukan tindakan pungli. Jika terbukti melakukan praktek pungli dirinya mengatakan tidak segan-segan menindak oknum pegawainya tersebut.

Untuk diketahui, sebelumnya anggota Subdit 1 Indag Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Banten yang dipimpin oleh AKBP Dani Arianto menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor KSOP Kelas 1 Banten. Dalam operasi tersebut aparat keolisian mengamankan empat pegawai KSOP Merak.

Adapun ke empat oknum petugas KSOP Kelas I Banten yang diamankan oleh jajaran Polda Banten tersebut yaitu Heru Wahjono jabatan Marine Inspektor dengan barang bukti Rp 1,5 juta, Rozepha Kusuma jabatan penganalisa tarif jasa kepelabuhan dengan barang bukti Rp 2,850 juta, Awaludin jabatan petugas keselamatan pelayaran, dengan barang bukti Rp. 8.385.400 dan Hardi Sugianto, jabatan marine inspektor dengan barang bukti Rp. 500 ribu. (Riko)