Kepala SDN Gembor Kena Tipu

0
1.433 views
Ilustrasi.

SERANG – Sumariyah, Kepala SDN Gembor, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang menjadi korban kejahatan. Ia tertipu setelah mendapat SMS (sort message service) dari pelaku yang mengaku sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang.

Sumariyah menjadi korban penipuan karena terbuai dengan iming-iming bantuan dari Dindikbud Kabupaten Serang. Melalui SMS itu, pelaku meminta korban menghubungi Kepala Dindikbud Kabupaten Serang Asep Nugrahajaya. Pelaku memberikan nomor ponsel palsu yang disebutkan sebagai milik Asep Nugrahajaya. Pelaku mempertegas pesannya dengan tulisan ‘penting’.

Sumariyah menuruti permintaan pelaku melalui SMS tersebut. Entah mengapa, Kepala SDN Gembor itu mentransfer uangnya sebesar Rp5,3 juta ke rekening yang diberikan pelaku.

Asep Nugrahajaya ketika dikonfirmasi, mengaku telah mendapat kabar penipuan yang menimpa Kepala SDN Gembor. Karenanya, ia langsung mengimbau seluruh kepala sekolah untuk tidak memberikan uang kepada orang yang mengaku sebagai dirinya dengan dalih apa pun.

“Tidak ada satu arahan pun atau pesan saya ke (kepala-red) sekolah agar membuka rekening atau mentransfer ke rekening orang tidak jelas. Saya tidak pernah mengeluarkan informasi ada bantuan fasilitasi, tapi harus mentransfer uang,” tegasnya saat ditemui Radar Banten di Pendopo Bupati Serang, Rabu (21/6).

Asep Nugrahajaya menyebutkan isi SMS yang diterima Sumariyah, ‘Saya Haji Sarjudin Sekretaris Dindikbud Kabupaten Serang, tolong segera hubungi Kepala Dinas doktor haji Asep Nugrahajaya Kadindik. Penting’. SMS ini beredar di hampir semua nomor ponsel kepala sekolah di Kabupaten Serang. Beberapa kepala sekolah disebutkan langsung merespons SMS penipuan tersebut.

“Kalau kepala sekolah yang berpikir cerdas, harusnya cek dulu ke kami. Ini, mohon maaf. Mungkin, terburu-buru atau gimana. Begitu dapat informasi langsung transfer,” terangnya.

Asep Nugrahajaya mendapat kabar jika kasus penipuan ini akan dilaporkan beberapa kepala sekolah kepada kepolisian. Namun, ia tidak bisa memastikan kebenarannya. “Tapi ini harus ada tindak lanjut. Ini bener-bener penipuan. Yang terindikasi, SMS itu sudah menyebar ke delapan kecamatan,” ungkapnya.

Senada diungkapkan Sekretaris Dindikbud Kabupaten Serang Sarjudin. Ia menjelaskan bahwa kasus ini terjadi setelah korban dijanjikan mendapat bantuan hibah dari Dindikbud Kabupaten Serang sebesar Rp80 juta. Untuk mendapatkannya, kepala sekolah diminta mentransfer uang Rp5 juta sampai Rp10 juta.

“Soal Sumariyah, sudah kita ingatkan, tapi masih saja ketipu. Saya juga sudah suruh yang bersangkutan untuk melapor ke polisi, tapi belum ada laporan,” ujarnya.

Berdasarkan bukti transfer yang masih dipegang Sumariyah, nomor rekening penipu itu atas nama Haris Munandar. Sarjudin mengaku belum mendapat laporan ada kepala SD lain yang menjadi korban.

“Ada sekitar 30 kepsek yang konfirmasi ke saya. Baru satu itu (Sumariyah-red) yang kena tipu. Pas ada laporan, saya sudah langsung klarifikasi dan mengimbau semua kepala sekolah agar jangan tertipu SMS palsu,” ujar Sarjudin.

Kepala SDN Gembor Sumariyah tidak dapat dikonfirmasi. Nomor ponselnya tidak aktif ketika dihubungi Radar Banten. (Nizar/RBG)