Sekda Banten Ranta Soeharta saat memberi sambutan.

SERANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Ranta Soeharta naik pitam saat mengisi sambutan pada Sosialisasi Pergub Nomor 71 tahun 2015 tentang Pelaksanaan Forum SKPD Provinsi Banten tahun 2016 di Ballroom Badan Perencanaan Pembanguna Daerah (Bappeda) Banten, Senin (25/1/2016).

Tensi Ranta naik saat mengabsen jumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Mengetahui hanya kurang dari 10 kepaka SKPD yang hadir, Ranta naik pitam dengan membahas kinerja SKPD. “Tadinya saya mau soft, karena banyak SKPD yang tidak hadir yah. Saya baca di media, Menteri Yuddy mengkritik, kita ada penurunan kinerja, katanya harus membuat revolusi. Revolusi apa lagi yang harus kita lakukan agar pemerintahan baik,” kata Ranta dalam sambutannya.

Ranta melanjutkan, Menteri Yuddy menilai akuntabilitas kinerja Provinsi Banten kurang memuaskan. Nilai yang diperoleh menurun dari tahun sebelumnya yaitu 58,25 pada tahun 2014 menjadi 51,72 di tahun 2015. Menteri Yuddy kemudian menyarankan agar Gubernur berani melakukan rotasi.

“Baru kemarin kita melakukan rotasi. Jadi saya harapkan seluruh ASN untuk serius bekerja. Menurut saya tidak ada alasan SKPD tidak membaca renja (Rencana Kerja) dan RPJMD, kalau kepala dinas gak tahu, mau kerja apa? pantes apabila TKSnya yang membuat program. Kalau kita mau WTP dan WDP tergantung kita. Setelah sosialisasi ini, saya masih ada urusan (dengan setiap SKPD),” ujar Ranta.

Kekesalan Ranta pun tidak berhenti saat menyampaikan sambutan saja, ditemui setelah memberi sambutan, Ranta kembali mengkritik sikap SKPD khusunya kepala SKPD yang jarang menghadiri pertemuan seperti hari ini. “Gimana kerjanya, pertemuan saja tidak hadir,” kata Ranta di depan sejumlah awak media. (Bayu)