Kepala SMAN 12 Pandeglang Kena Jambret, Uang Rp71 Juta Melayang

0
1.273 views
Kepala SMAN 12 Nina Herlina menangis di samping angkum jurusan Pandeglang-Labuan, kemarin.

PANDEGLANG – Nasib nahas dialami Kepala SMAN 12 Pandeglang, Nina Herlina, Jumat (9/12) sore, sekira pukul 15.35 WIB. Ia terkena jambret saat berada di dalam angkutan umum (angkum) jurusan Pandeglang-Labuan nopol A 7689 K, di pangkalan Gardutanjak, depan gedung DPD Golkar, Kelurahan Pandeglang.

Saat itu juga, dia pun langsung keluar mobil sambil menangis histeris, meminta warga yang ada di area itu untuk mengejar. Sontak, suasana di tempat itu mendadak ramai. Namun, pelaku yang diduga menggunakan Yamaha Jupiter MX langsung menjauh dan tak lagi diketahui arah kaburnya.

Mendengar suara gaduh masyarakat dan kemacetan kendaraan di tempat itu, sejumlah anggota polisi menghampiri. Mendengar adanya aksi jambret, polisi menggunakan mobil patroli langsung mengejar.

Ditemui di tempat kejadian perkara (TKP), Nina, korban jambret, menceritakan, sekira pukul 10.00 WIB, dirinya mengurus pencairan beasiswa prestasi program Indonesia pintar (PIP) kategori siswa miskin untuk siswa SMAN 12 Pandeglang, dengan total senilai Rp71 juta.

Setelah uang dicairkan, sekira pukul 15.30 WIB dari BNI Cabang Pandeglang, lanjut Nia, dirinya langsung membungkus uang bersama kartu tabungan menggunakan kantong pelastik dan bergegas naik angkutan umum di Pasar Badak.

Namun, setibanya di pangkalan Gardutanjak, ada pergantian sopir angkutan. Saat itulah terjadi tindak penjambretan. “Saya duduk di bangku depan seorang diri dengan memangku kantong plastik berisi uang. Saya kira seorang sopir baru yang masuk. Sempat bertatap muka, eh nyatanya ia menjambret kantong pelastik hitam berisi uang itu. Saya langsung teriak saja minta tolong,” katanya.

Sementara itu, saksi mata, Mumu mengatakan, seorang jambret yang masuk lewat pintu sopir itu mengenakan kaus bercorak biru, langsung lari, di depannya sudah menunggu lelaki berjaket hitam menggunakan sepeda motor dan langsung tancap gas. “Sepertinya tak menggunakan helm, dan dua orang pelakunya. Mereka langsung mengebut,” terangnya.

Sementara itu, melalui pesan singkat, Kapolres Pandeglang AKBP Ary Satriyan membenarkan terkait adanya laporan penjambretan. Namun, pihaknya masih melakukan pengecekan modus pelaku. “Informasinya betul, anggota sedang lidik (melakukan penyelidikan-red) pelakunya,” katanya.

Kapolres berjanji, akan meningkatkan keamanan di wilayah Pandeglang. “Tampaknya, pelaku kriminal masih selangkah di depan. Kami akan melakukan pengecekan pelaku dengan modus sama, yang sudah bebas dari lapas,” katanya. (Herman/Radar Banten)