Kepercayaan Publik Harus Diperkuat

SERANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) belakangan jadi bulan-bulanan publik terkait proses penyelenggaraan Pemilu serentak 2019. Mulai dari isu daftar pemilih tetap, kotak suara berbahan karton, orang gila masuk DPT, sampai persoalan debat capres-cawapres.


Ketua Jaringan Demokrasi Indonedia (JaDI) Nasrullah menilai, manajemen teknis penyelenggaraan pemilu yang dilakukan pihak penyelenggara sudah baik. Namun, belum dibarengi dengan manajemen komunikasi kapada publiknya.


Belum baiknya komunikasi kepada publik membuat segala sesuatu yang dilakukan KPU selalu salah di mata publik. “Hampir semua isu yang dilakukan KPU dinilai tidak betul. Misalnya kasus tercecernya KTP-el, hoax kertas suara tujuh kontainer hingga persoalan teknis debat capres cawapres,” katanya dalam dialog JaDI bersama media terkait kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan Pemilu 2019 di Rumah Makan S’Rizki, Kota Serang, Rabu (9/1).


Untuk itu, Nasrulla menyarankan agar KPU memperbaiki manajemen komunikasi kepada publik sehingga dapat memperkecil ketidakpercayaan masyarakat kepada mereka. Terlebih selama ini cara berpikir KPU sangat sentralistis, tergantung kepada KPU pusat. (Supriyono/Zee/Ira)

BACA selengkapnya di koran Radar Banten atau versi digital di epaper.radarbanten.co.id. Saksikan juga di Banten Raya TV pada program SELAMAT PAGI BANTEN (07.00 WIB), BANTEN SIANG (13.00 WIB), BANTEN PETANG (17.00 WIB) dan BANTEN MALAM (21.00 WIB) di channel 50 UHF/702 MHz, atau melalui streaming www.barayatv.com/live.