Kepergok Mencuri, Pengangguran ini Malah Aniaya Tetangganya

0
71
Sidang
Ilustrasi/ Inet

SERANG – Juli (24) nekat menganiaya Pengki. Pengangguran asal Kampung Pabuaran, Desa Sentul, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, itu nekat mencakar tetangganya lantaran dipergoki mencuri sepatu. Jumat (8/6), Juli diadili di Pengadilan Negeri (PN) Serang.

Penganiayaan itu terjadi Minggu (1/4) lalu. Peristiwa itu bermula saat Andri dan Kodim bertandang ke kediaman Pengki. Setelah berbincang-bincang, Andri memutuskan keluar dari rumah. Namun, Andri tidak menemukan sepatu miliknya saat keluar rumah.

Saat kebingungan mencari sepatu, Andri bertemu dengan adik Juli bernama Jamin di teras rumah. Jamin mengaku melihat sepatu milik Andri digunakan oleh Juli. “Setelah mengetahui bahwa terdakwa yang membawa sepatu saksi Andri, kemudian saksi Kodim dan saksi Andri langsung ke rumah terdakwa,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Serang Sih Kanti Utami di hadapan majelis hakim yang diketuai Wisnu Rahadi.

Pengki kemudian menyusul kepergian kedua rekannya menuju rumah Juli. Dalam perjalanan, Pengki bertemu Juli. Lantaran curiga, Juli diminta Pengki membuka jok motor miliknya. Kecurigaan Pengki tepat. Sepasang sepatu milik Andri ditemukan di bawah jok motor.

Alih-alih meminta maaf, Juli malah menyerang Pengki. Serangan tangan kosong itu tidak dapat diantisipasi Pengki. Cakaran Juli tepat mengenai dada dan leher Pengki.

“Dada dan leher luka sobek dan mengeluarkan darah sampai saksi Pengki terjatuh di tanah,” beber JPU.

Serangan itu membuat Pengki bereaksi. Dia melawan dengan menarik baju dan memukul Juli. Namun, pukulan Pengki meleset. Juli ganti menyerang Pengki. Pukulan tersebut berhasil ditepis Pengki. Momentum itu digunakan Juli untuk kabur.

“Pengki dibawa berobat ke rumah sakit umum RS dr Dradjat Prawiranegara bersama saksi Kodim,” kata JPU.

Serangan fisik itu mengakibatkan Pengki menderita luka lecet pada pipi, leher kanan, bibir, dan dada. Luka memar juga dialami lengan atas korban.

“Luka tersebut tidak memerlukan tindakan medis (tidak menimbulkan penyakit-red) dan dapat sembuh sendiri dalam kurun waktu antara tujuh hari sampai empat belas hari,” beber Sih Kanti Utami.

Atas pembacaan surat dakwaan itu, terdakwa tidak keberatan. Sidang dilanjutkan dua pekan mendatang dengan agenda pemeriksaan saksi. (Merwanda/RBG)