Ilustrasi.

     Apalah daya bagi Mintul (42), bukan nama sebenarnya, memiliki tubuh kurus membuatnya malas merawat diri. Jadilah ia berpenampilan semau hati. Berharap sang suami, sebut saja Tono (41) menerima apa adanya, Mintul kecewa lantaran sang suami kepincut mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Banten. Astaga.

Padahal, mereka sudah dikaruniai satu anak. Bukannya semakin cinta, yang ada justru malah tak setia. Seolah tidak menghargai keberadaan istri, Tono santai saja keluar setiap hari libur menjemput sang kekasih. Ya, namanya juga lelaki, bosan dengan istri bisa cari lagi. Tak takut dicurigai, mahasiswi pun jadi.

“Saya enggak pernah nyangka dia setega itu, Kang. Apalagi, selingkuhnya sama anak kuliahan,” curhat Mintul kepada Radar Banten.

Seperti diceritakan Mintul, peristiwa itu terjadi ketika ia berusia 31 tahun dan Tono 32 tahun. Katanya, wanita selingkuhan sang suami memang seksi. Baru menginjak semester 4, sang wanita selingkuhan yang enggan disebutkan namanya oleh Mintul sukses menarik hati suami. Tak hanya itu, selain seksi, wajahnya juga terbilang lumayan. Kalau dibandingkan dengan Mintul, ia mengaku kalah. Duh sabar ya Teh.

“Iya saya mah memang jelek, Kang. Mau bagaimana lagi, Tuhan kasihnya begini!” tukasnya.

Kalau dilihat dari fisik, Mintul memang biasa saja. Tidak cantik tapi tidak bisa dikatakan jelek juga. Di balik itu semua, Mintul wanita baik yang peduli terhadap sesama. Di mata saudara dan tetangga, ia sosok wanita penyayang dan selalu bisa diandalkan

Namun, sejak kecil Mintul memang sering sakit-sakitan. Mungkin karena hal itu pulalah ia tidak suka banyak makan. Sementara Tono adalah lelaki bertubuh ideal, tinggi, dan kekar. Namun kalau untuk ketampanan, ia juga tidak dianugerahi hal itu. Wajahnya biasa saja.

Dipertemukan kedua orangtua, mereka saling jatuh cinta. Tak butuh waktu lama bagi Tono dan Mintul, tiga bulan setelah perkenalan, mereka melangsungkan pesta pernikahan. Mengikat janji sehidup semati, keduanya resmi menjadi sepasang suami istri. Cie…

Di awal pernikahan, Tono menjadi suami baik yang perhatian pada istri. Bekerja sebagai buruh pabrik di salah satu perusahaan ternama di Kabupaten Serang, ia memiliki penghasilan yang lumayan. Tak jarang, setiap tanggal muda, Tono membelikan sesuatu untuk istri tercinta.

Kebahagiaan mereka bertambah dengan kehadiran anak pertama, membuat hubungan keduanya semakin mesra. Tinggal satu rumah bersama keluarga Mintul, Tono diterima sebagai bagian dari keluarga. Dengan keharmonisan hidup sederhana, mereka menjalani hari-hari bersama.

Namun, baru dua tahun menikmati masa indah berumah tangga, diam-diam Tono bosan dan seperti orang yang tak bersemangat lagi. Hal itu ditandai dengan perubahan sikap sang suami yang tak pernah perhatian pada istri. Ini berdasarkan pengakuan Mintul lho, ya!

“Iya, memang dia tuh sejak lahir anak pertama, ke sana-sananya jadi enggak pernah perhatian lagi. Beda sama waktu pertama-tama, uh pokoknya apa yang saya minta pasti dituruti,” terangnya. Wih, masa sih, Teh?

“Iya, Kang. Beneran ini mah,” jelas Mintul.

Dan suatu hari, peristiwa memilukan itu pun terjadi, membuat Mintul kaget bercampur emosi. Parahnya, beberapa teman Tono yang juga mengenal Mintul tak pernah bercerita, seolah menganggap apa yang dilakukan suaminya hal biasa. Saking asyiknya menikmati perselingkuhan tanpa ada gangguan, mereka pacaran setiap akhir pekan, waduh.

“Aneh, mereka pada diam-diam bae ke saya, enggak cerita atau minimal kasih kode gitu kalau sering lihat suami jalan sama cewek lain,” tukas Mintul emosi.

Dan akhirnya, Tuhan pun seolah membuktikan kebenaran atas perilaku Tono yang menyakiti Mintul. Ketika sedang asik pacaran di salah satu pusat perbelanjaan, diam-diam ibu dari sang wanita mengikuti. Perbedaan usia antara Tono dan sang wanita yang bisa dibilang seperti om dan keponakan, membuat sang ibu tak merestui.

Terbongkarlah hubungan terlarang keduanya. Memiliki strategi ala ibu-ibu masa kini, mereka, ibu-ibu yang dulu tetangga Mintul sebelum menikah tak langsung memergoki, tetapi melaporkan kejadian ini kepada Mintul dan ketua RT setempat. Setelah itu semua persoalan diserahkan kepada Mintul.

Meminta Mintul pulang ke rumah orangtua, mereka membeberkan semuanya. Sontak hal itu membuat Minah emosi. Malam harinya, Mintul melempari Tono dengan perabotan dan pakaian yang baru diangkatnya dari jemuran. Tak puas memarahi sang suami, ia mengamuk dan memukuli. Beruntung beberapa tetangga samping rumah melerai keributan pasangan suami istri itu. Kalau tidak, wah pasti bakal seru.

“Seru-seru, memangnya pertandingan tinju. Pokoknya waktu itu saya benar-benar marah semarah-marahnya sama dia. Sudah punya anak satu, kelakuan masih kayak perjaka yang doyan selingkuh,” pungkasnya.

Tak sanggup lagi menahan amarah dan kecewa, ia memilih kata perceraian untuk mengakhiri semuanya. Tono pun tak bisa berbuat apa-apa. Mereka berpisah dan menjali hidup masing-masing. Hingga saat ini, Mintul mendapatkan lagi lelaki yang menemani hidupnya. Sementara, Tono juga sudah berumah tangga dengan perempuan lainnya.

Sabar ya Teh Mintul. Semoga suami barunya setia dan langgeng sampai mati. Tetap semangat. (daru-zetizen/zee/dwi)