Keponakan Prabowo Bakal Ramaikan Pilkada Tangsel

Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (tak berkerudung) saat terlibat kampanye Pilpres 2019 untuk pemenangan Prabowo-Sandi, beberapa waktu lalu.

Rahayu Saraswati : Tunggu Mandat Partai

TANGERANG – Pilkada Tangsel 2020 kian menarik dengan munculnya nama Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. Putri Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo sekaligus keponakan Prabowo Subianto ini santer dikabarkan bakal meramaikan Pilkada Tangsel.

Mantan anggota DPR Komisi VIII ini mengakui, komunikasi terkait Pilkada, pada tingkatan DPC dan DPP Gerindra pun berjalan. ”Di DPP itu ada 300 orang lebih lho, memang pernah ditanyakan dengan pimpinan yang berhubungan di wilayah itu (Tangsel-red). Saya juga sudah dihubungi dengan ketua DPC, tapi saya belum bisa mengatakan apa-apa. Karena SK datang dari pimpinan tertinggi,” terang Rahayu Saraswati kepada Fajar Indonesia Network (FIN) lewat sambungan telepon, Sabtu (6/6).

Perempuan yang akrab disapa Sara itu memang tidak menjelaskan secara detil isi dari komunikasi yang dimaksud. Meski demikian, salah satu hal yang spesifik, Tangsel merupakan wilayah yang cukup ”ramah” bagi kaum hawa untuk menjadi pemimpin. Ini pun muncul setelah sebelumnya dinahkodai Airin Rachmi Diany selama dua periode.

”Ya mereka hanya menanyakan bersedia atau tidak. Dan mereka pun (DPC) sudah menjelaskan alasannya itu ke saya. Yang pasti inisiatif itu datangnya bukan dari saya. Lagi-lagi saya menunggu arahan pimpinan, saya menunggu mandat,” tuturnya.

Dia paham betul bahwa tidak ada paket ”Istimewa” untuk sebuah rekomendasi dari Gerindra. Apalagi hanya membawa ”stempel” sebagai keponakan.

Bagi wanita kelahiran Jakarta, 27 Januari 1986 itu, rekomendasi maupun SK penetapan sebagai calon Walikota Tangsel termasuk daerah lainnya harus melalui proses, evaluasi dan pertimbangan politis yang matang.

”Enggak ada yang benar, sebelum SK-nya keluar mas. Saya belum dapat arahan dari pimpinan. Nah, sebelum SK itu keluar, tentu harus ditanyakan dulu ke orangnya,” terangnya. 

Perempuan yang dikenal sebagai pengusaha dan aktif di kegiatan sosial melawan perjual-belian orang lewat Freedom for Indonesia, itu menyerahkan sepenuhnya kepada Prabowo Subianto.

”Maka saya katakan, ini politik dan dinamis. SK-nya bisa berubah hingga menjelang H-1. Saya berpolitik pun bukan mencari jabatan, tapi melayani. Tangsel bukan daerah saya. Domisili juga bukan di situ, saya harus mendalami di sana. Sejauh ini ya bergerak sebagai kader. Menunggu perintah paling atas,” paparnya.

Meski menjadi sosok yang diusulkan oleh internal, tapi bukan berarti Sara cuek. Ia juga membaca konstelasi dan perkembangan yang muncul. ”Ya saya dengar ada Demokrat untuk Azizah. Termasuk PSI yang saya dengar juga sudah ada calon yang diusung,” imbuhnya.

Di lingkaran Gerindra, konstelasi yang ada, juga tidak terlepas dari pertimbangan jumlah kursi di DPRD serta penjajakan yang tengah berlangsung. ”Ya, kita juga sedang menunggu kabar dari PDIP, Perindo, maupun Golkar dan partai lainnya. Komunikasi di tingkat itu pasti berlangsung. Karena melihat dari pengamalan, SK saja bisa berbeda lho, namanya politik,” pungkas Sara.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPC Gerindra Tangerang Selatan Yudi Budi Wibodo membenarkan bahwa nama aktris yang pernah membintangi film trilogi Merah Putih itu masuk daftar yang akan maju dalam pilkada Tangsel.

”Ada beberapa kader internal Gerindra, baik dari pusat dan daerah yang lagi kami hadirkan untuk masyarakat Tangerang Selatan, salah satunya Ibu Rahayu Saraswati,” kata Yudi.

Beberapa kandidat dari kader Partai Gerindra memiliki kualitas yang mumpuni, begitu juga dengan Rahayu yang dinilai siap bertarung di Pilkada Tangsel. ”Untuk Ibu Rahayu juga secara kualitas mumpuni. Dia pernah menginisiasi Rancangan Undang-Undang Disabilititas, dan itu selesai,” katanya.

Yudi menilai majunya mantan anggota DPR RI 2014-2019 pada Pilkada Tangerang Selatan dapat membuktikan komitmennya terhadap masyarakat. ”Jika bekerja akan menuntaskan sampai akhir,” katanya.

Untuk diketahui, tahapan Pilkada Tangsel akan dimulai 15 Juni 2020. Ketua Komisioner Pemilihan Umum (KPU) Tangsel Bambang Dwitoro mengatakan, sesuai keputusan politik bersama antara penyelenggaran KPU, Bawaslu, DPR RI dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bahwa waktu pemungutan suara dilaksanakan Rabu (9/12/2020).

Sejauh ini sambung Bambang, pihaknya masih menunggu peraturan teknis tentang pelaksanaan tahapan tersebut. ”Kalau untuk tahapannya sendiri, itu belum resmi keluar. Kemarin kami rakor bersama Kemendagri, KPU diwakili oleh anggotanya. Dalam forum itu, semua menunggu surat tahapan termasuk Bawaslu. Informasi dari KPU pusat, draft tahapan itu sudah selesai dan rapih sejak sepekan sebelumnya,” tambahnya.

Ditambahkannya, ada empat agenda yang akan dilakukan. Yakni, pelantikan panitia pemungut suara (PPS) tingkat kelurahan, tahapan verifikasi faktual perseorangan, seleksi petugas pemutakhiran data pemilih petugas survei data pemilih, serta pemutakhiran data pemilihnya.

”Ya, padahal waktu tanggal 21 Maret teman-teman tingkat panitia pemilihan kecamatan (PPK) sudah melakukan gladi resik untuk pelantikan PPS pada 22 Maret, bahkan anggaran snack sudah dibelanjakan. Tetapi, karena keluar surat peghentian kegiatan berkaitan pandemi Covid-19 sekira pukul 00.00 WIB. Dan akhirnya, pelantikan ditunda,” ungkapnya. (fin/nda)