Keranjingan Belanja Online, Terus Cerai Deh (Bag 2)

Love Story

0
178
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

Sementara itu, hobi Nila dinilai kurang wajar oleh Saprowi. Itu ada penyebabnya, yakni rasa bersaing dengan teman wanita satu komplek perumahan. “Neng Nila itu punya geng rumpi. Kalau para suami, mereka berkumpul di taman sambil bawa anak-anak. Nah di situ mereka sering pamer barang online,” katanya.

Baca Sebelumnya : Keranjingan Belanja Online, Terus Cerai Deh (Bag 1)

Selain gembar-gembor mendapatkan barang murah, belanja online membuat para ibu terlihat lebih up to date. Tidak hanya aksesoris yang dibeli mereka, bahkan alat-alat kecantikan hingga obat pembesar payudara pun ikut dibeli. “Ada satu tetangga, suaminya memang penghasilannya banyak. Jadi istrinya mau belanja apa saja diperbolehkan. Dari kalung hingga obat pembesar payudara dibelinya,” kata Saprowi.

Bermulai dari pergaulan di taman kompleks inilah, hobi belanja Nila muncul. Tidak ingin tersisihkan dari geng komplek perumahan, Nila berusaha untuk tidak ketinggalan zaman dengan membeli barang-barang online up to date.

Namun sayangnya, Nila tidak pernah menanyakan tentang sisa uang di tabungan Saprowi. Sehingga Saprowi terpaksa sering kas bon ke tempat kerjanya untuk memenuhi kebutuhan dapur.

Sering berhutang ke kantor membuat Saprowi lama-kelamaan menjadi jengah. Ia mulai protes tentang hobi Nila. Namun protes Saprowi malah dibalas dengan protes lagi. Lantaran tidak ada titik temu, akhirnya Nila dan Saprowi saling lempar protes.

Pertengkaran paling hebat terjadi pada pertengahan 2014 lalu. Nila angkat kaki dari rumah Saprowi dan tinggal di rumah orangtuanya. Saprowi sempat meminta Nila untuk kembali. Namun penerimaan Nila maupun mertuanya tidak lagi seperti dulu. “Mertua saya ikut-ikutan benci, dia bilang saya terlalu miskin untuk menjadi suami Neng Nila,” terang Saprowi.

Nila di hadapan hakim Pengadilan Agama mengatakan hal yang sama. Ia mengaku, kecewa dengan ketidakmampuan Saprowi dan memilih untuk tinggal berpisah. “Lebih baik saya tinggal dengan orangtua saja. Anak-anak akan saya ambil, saya tidak percaya dengan Mas Saprowi. Nanti anak-anak tidak bisa dia biayai. Penuhi kebutuhan istri saja tidak mampu, apalagi anak-anak kalau sudah besar,” kilah Nila. Hmmm. (RB/quy/zee)